Ziarah untuk Para Wartawan yang Dibunuh dan Kisah Rumah Sakit Jiwa

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi wartawan jurnalis (Freepik)
Ilustrasi wartawan jurnalis (Freepik)

Warisannya menginspirasi jurnalis di seluruh dunia. Bagi mereka yang mengejar kebenaran dan keadilan, Nellie Bly mengajarkan di balik setiap tembok gelap ada kebenaran yang menunggu untuk diungkapkan.

Investigative Report menjadi tradisi jurnalisme bernilai tinggi. Dan tradisi investigative report itu dimulai dari kasus di rumah sakit jiwa.

Tapi ketika isunya soal kekuasaan, soal skandal penguasa, terutama di negara yang tidak demokratis, investigative report menjadi bahaya. Ia acapkali bisa berujung pada hidup dan mati wartawan yang menulis isu itu.

Di Malta, sebuah negara kecil di Mediterania, seorang jurnalis berjuang mengungkap apa yang ia anggap sebagai kebusukan. Namanya Daphne Caruana Galizia. Ia dikenal luas sebagai jurnalis investigatif yang tak kenal takut.

Ia mengabdikan hidupnya untuk membongkar korupsi dan skandal yang melibatkan tokoh-tokoh berkuasa. Pada 16 Oktober 2017, ia dibunuh dalam ledakan mobil yang mengejutkan dunia.

Caruana Galizia adalah seorang blogger dan kolumnis yang berdedikasi. Ia kerap menulis tentang kasus-kasus korupsi yang melibatkan pemerintah Malta.

Artikelnya sering menyingkap hubungan gelap antara pejabat tinggi dan organisasi kriminal. Ia mengkritik kebijakan pemerintah dan menuduh sejumlah pejabat terlibat dalam praktik korupsi dan pencucian uang.

Salah satu investigasi terpentingnya adalah tentang **Panama Papers**. Caruana Galizia menyoroti keterlibatan politisi Malta dalam skandal ini.

Ia mengungkapkan bagaimana beberapa pejabat menggunakan perusahaan cangkang untuk menyembunyikan kekayaan mereka. Temuannya mengguncang panggung politik Malta dan membuat banyak musuh.

Pagi itu, Daphne Caruana Galizia meninggalkan rumahnya di Bidnija. Saat dia mengendarai mobilnya, ledakan dahsyat menghancurkan kendaraan tersebut. Serangan ini sangat terencana dan brutal. Gelombang kejut melanda Malta, dan dunia pun terguncang.

Pembunuhan ini menimbulkan protes dan kemarahan internasional. Banyak pihak menuntut keadilan bagi Caruana Galizia.

Pada Desember 2017, tiga pria ditangkap atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan Caruana Galizia. Namun, penyelidikan lebih lanjut menunjukkan adanya konspirasi yang lebih besar.

Pada 2019, pengusaha Yorgen Fenech ditangkap. Dia diduga sebagai otak di balik pembunuhan tersebut. Fenech memiliki hubungan erat dengan beberapa pejabat tinggi, memperkuat dugaan adanya konspirasi yang melibatkan jaringan yang luas.

Pembunuhan Daphne Caruana Galizia menjadi pengingat risiko yang dihadapi oleh jurnalis investigatif.

Kisah jurnalis dengan berbagai dimensinya itu direkam Jonminofri. Sejak tahun 2012, sudah terbit lebih dari 120 buku puisi esai. Tapi buku puisi esai Jonminofri memberi warna sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB
X