Ini bukan pembenaran untuk mengabaikan orang lain, tapi pengingat bahwa tak semua harus kita tanggung.
Kita bukan penyelamat dunia,
dan tidak berdosa karena tidak bisa menyelamatkan semua hati yang retak.
Imam Al-Ghazali pernah berkata dan mengingatkan:
“الناس في رضاهم غايات لا تُدرك، فمن أراد رضاهم جميعاً خسر نفسه"
“Manusia dalam ridhanya adalah tujuan-tujuan yang tak mungkin semuanya dicapai.
Siapa yang ingin meraih ridha semua orang, niscaya ia akan kehilangan dirinya sendiri.”
Maka berhentilah memikul beban yang bukan milikmu.Menjaga perasaan dan persaudaraan itu penting. Tapi jangan sampai cinta itu melumpuhkan logika dan menghapus kebenaran.
Seringkali, benturan yang kita takuti tidak akan sekeras yang kita bayangka Justru, ketika kita jujur, kelegaan akan hadir.
Dan siapa yang benar-benar mencintaimu, akan memahami bahwa diam kadang lebih menyakitkan daripada kata yang jujur.
*Saat Semua Terasa Salah, Peganglah Satu yang Pasti Benar*
Jika dunia membuatmu bingung,
jika keluarga menuntut dua hal yang bertolak belakang,jika sahabat terbelah, dan dirimu terkoyak,maka arahkan wajahmu ke arah langit.
Kau tak harus menjelaskan segalanya. Kau tak wajib memenuhi semua harapan. Cukuplah kau bertanya dalam sujudmu:
Ya Allah, apa yang Engkau ridai dari setiap langkahku hari ini?”
Jika jawaban itu jernih,jika hatimu damai dalam takwa,maka biarlah dunia menilaimu serba salah.
Karena di akhirat kelak, kau tak akan ditanya:
“Berapa banyak orang yang kau buat senang?”. Tapi akan ditanya:
“Seberapa jauh engkau berjuang untuk-Ku?”
Wahai jiwa yang serba salah…
Engkau bukan lemah, engkau hanya terlalu lembut di dunia yang terlalu bising.
Dan mungkin… itulah caramu menjaga cahaya, agar tak padam di tengah malam dunia yang dingin.
اللّهُمَّ أَرِنِي الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنِي اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنِي البَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنِي اجْتِنَابَهُ
Artikel Terkait
Hari Anak Nasional, PMII dan DEMA STISNU Cianjur Serukan Penolakan Pernikahan Dini
Mutiara Pagi: Jejak Tak Terhapus (Bagian 1911)
Mutiara Pagi: Menolak Pamrih (Bagian 1912)
Bahayanya Ambisi Kekuasaan Mantan Para Penguasa
Ketum Dekopin Minta Jabar Segera Gelar Muswil
Kang Lepi Kenang Almarhum Pak TMS Sebagai Pemimpin Hebat dan Visioner
Revisi KUHAP Harus Komprehensif (Bagian 1)
Kalimantan Memanggil, Strategi Revolusioner Transmigrasi Berkeadilan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mutiara Pagi: Kita adalah Pelangi (Bagian 1913)
Sibuk Merawat Fisik, Namun Jiwa Sekarat