Haruskah Diam atau Bereaksi ?

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 20:00 WIB
Calon Awak Kapal Selam Scorpene Evolved Diam-diam Sudah TNI AL Siapkan Tapi Surat Perintah Satgas Belum Diterbitkan
Calon Awak Kapal Selam Scorpene Evolved Diam-diam Sudah TNI AL Siapkan Tapi Surat Perintah Satgas Belum Diterbitkan

Allah SWT. mengingatkan dengan tegas:
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ﴾
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”
(QS. Al-An‘ām: 116)

Ayat ini membongkar realitas paling pahit; Bahwa mayoritas tak selalu menuju cahaya.Bahwa jumlah tak selalu menjamin kebenaran.

Dan bahwa jalan sunyi, yang penuh pertimbangan, kejujuran, dan keimanan, kadang memang tidak ramai, bahkan sepi.

Maka jangan heran…Jika menjadi orang yang berpikir sendiri, kau dianggap arogan.Jika menjaga prinsip, kau dituduh fanatik.
Jika berkata “tidak” pada yang keliru, kau dibenci, dijauhi, bahkan difitnah.

Tapi apakah kebenaran harus ditukar demi rasa aman sosial?

Apakah prinsip harus dikorbankan demi persahabatan semu?

Nabi SAWZ pernah bersabda:

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ، وَكَلَهُ اللهُ إِلَي النَّاسِ، وَمَنْ أَرْضَى اللهَ بِسَخَطِ النَّاسِ، كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ
“Barangsiapa mencari ridha manusia dengan kemurkaan Allah, maka Allah akan menyerahkannya kepada manusia. Dan barangsiapa mencari ridha Allah meski membuat manusia murka, maka Allah akan mencukupinya dari beban manusia.”(HR. Tirmidzi, no. 2414)

Inilah pelajaran agung, Bahwa keberanian untuk berbeda demi kebenaran adalah bentuk tertinggi dari integritas spiritual.

*Serba Salah dalam Lembah Perasaan dan Persaudaraan*

Serba salah bukan hanya soal ketidaktegasan, tetapi karena terlalu banyak pertimbangan:
perasaan orang tua,ikatan darah yang tak ingin rusak,sahabat lama yang rapuh jika dibantah,atau sekadar menjaga suasana agar tidak meledak.

Di titik ini, kita seolah berdiri di ujung tebing. Jika melompat, kita takut jatuh. Jika mundur, kita takut kehilangan kepercayaan. Jika bertahan, kita bisa tercabik dalam diam.

*Inilah wajah sunyi dari orang serba salah*

jiwa-jiwa yang peka, yang berpikir sebelum bertindak,dan seringkali terlalu memikirkan orang lain hingga lupa bernapas untuk dirinya sendiri.

Allah SWT. telah mengingatkan bahwa bahkan Rasulullah SAW. pun tidak dapat menyenangkan semua orang:
فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ. لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ﴾
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka."
(QS. Al-Ghasyiyah: 21–22)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X