Partisipasi Publik dan Demokrasi

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 07:58 WIB
Unang Margana
Unang Margana

Joseph Schumpeter (ekonom Austria-Amerika):
Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memungkinkan rakyat memilih pemimpin melalui proses pemilihan yang bebas dan adil.

Robert Dahl (ilmuwan politik Amerika):
Demokrasi memiliki ciri-ciri seperti partisipasi politik yang luas, pemilihan umum yang bebas dan adil, serta perlindungan hak-hak individu.

Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa fase penting:

Demokrasi Parlementer (1945–1959)
Kekuasaan berada di tangan rakyat melalui wakil-wakilnya di parlemen.

Demokrasi Terpimpin (1959–1965)
Presiden Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpusat, dengan prinsip gotong royong sebagai dasar utama.

Demokrasi Pancasila (1966–1998)
Pada masa Orde Baru, demokrasi ditekankan pada musyawarah mufakat dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama.

Demokrasi Pasca-Reformasi (1998–sekarang)
Sistem menjadi lebih terbuka dan partisipatif, ditandai dengan pemilu yang bebas, jujur, dan adil.

Konsepsi Demokrasi Tokoh Nasional

Soekarno: Menginginkan demokrasi berbasis nilai-nilai kemasyarakatan dan ekonomi.

Moh. Hatta: Menekankan pentingnya kebersamaan dan kekeluargaan dalam demokrasi.

Soetan Sjahrir: Mendorong demokrasi partisipatif yang menghargai kebebasan individu.

Pengertian dan Tujuan Partisipasi Publik

Partisipasi publik adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan publik—melalui saran, pendapat, atau kontribusi langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan pemerintah.

Tujuan partisipasi publik:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X