Oleh: Unang Margana (Pemerhati Politik dan Praktisi Hukum)
Pengantar
Kata "demokrasi" berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti "rakyat" atau "masyarakat", dan kratos yang berarti "kekuasaan" atau "pemerintahan". Secara etimologis, demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat atau kekuasaan rakyat.
Dalam arti lain, demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, baik secara langsung maupun melalui wakil-wakil yang mereka pilih.
Pandangan Para Filosof tentang Demokrasi
Para filosof memiliki pandangan yang beragam mengenai demokrasi. Berikut beberapa di antaranya:
Plato
Plato skeptis terhadap demokrasi karena ia percaya bahwa keputusan politik harus dibuat oleh mereka yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan, bukan oleh rakyat biasa.
Aristoteles
Aristoteles percaya bahwa demokrasi dapat menjadi sistem pemerintahan yang baik jika dijalankan secara moderat dan seimbang, tetapi bisa menjadi buruk jika kekuasaan terlalu besar berada di tangan rakyat biasa.
John Locke
Locke memandang demokrasi sebagai sistem terbaik karena memungkinkan rakyat memiliki kekuasaan dan melindungi hak-hak individu.
Jean-Jacques Rousseau
Rousseau percaya bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan ideal karena mencerminkan kehendak umum rakyat.
Immanuel Kant
Kant menilai demokrasi sebagai sistem yang memungkinkan pengambilan keputusan berdasarkan prinsip-prinsip moral oleh rakyat.
Definisi Demokrasi Menurut KBBI dan Para Ahli
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.
Abraham Lincoln (Presiden AS ke-16):
Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Artikel Terkait
Benteng Pendem Garut: Di Tengah Bangkai Sejarah yang Terlupakan
Mengenal Lebih Dekat MTs Atsauri: Sekolah Berbasis Karakter dan Nilai Keagamaan
Gubernur Jawa Timur Hadiri Sejumlah Agenda Strategis di Malang dan Surabaya
Mutiara Pagi: Asal Kau Mengerti (Bagian 1855)
Agama dan Strategi Pembangunan: Dialog Dai Tata Sukayat dengan Profesor Sejarah AS
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MTS AL IKHWAN CIHEA 2025/2026: WUJUDKAN GENERASI UNGGUL BERAKHLAK MULIA
Santri dan Korupsi
Mutiara Pagi: Era Penampilan (Bagian 1856)
Sukmaji, Pensiunan PNS yang Menjerit Karena Diduga Jadi Korban Penipuan Kredit Fiktif
Mutiara Pagi: Kritik Boleh (Bagian 1857)