Asal kau mengerti,
Yang berteriak atas nama Tuhan
Belum tentu benar-benar mewakili-Nya
Terkadang hanya demi pencitraan
Ketika sedang disorot kamera
Menjual ayat demi kekayaan
Menggadaikan iman demi uang
Cukup mengusung atribut kesalehan
Tanpa perlu kerja banting tulang
Asal kau mengerti,
Yang paling keras bicara surga
Seolah-olah hanya menjadi haknya
Mungkin sedang sembunyi-sembunyi
Berdamai dengan dosa-dosanya sendiri
Di balik penampilan yang bagus
Belum tentu hatinya tulus
Terkadang terselip kata-kata kasar
Yang bertujuan agar umat bertengkar
Asal kau mengerti,
Tuhan tidak pernah meminta kita
Menjadi hakim atas hidup orang lain
Tapi Tuhan telah mengajari kita
Agar hidup bermanfaat bagi orang lain
Jujur pada nuraninya sendiri
Jangan berpura-pura merasa suci
Ayat demi ayat selalu disampaikan
Namun kebencian tak mampu ditinggalkan
Stbd, 29 Mei 2005
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Situs Bojongmenje, Candi Tertua Jawa Barat yang Dibiarkan Menjadi Debu Modernitas
Benteng Pendem Garut: Di Tengah Bangkai Sejarah yang Terlupakan
Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Gelar Webinar Internasional tentang Inovasi Pertanian Global
Wakil Rakyat dan Kemiskinan
Gubernur Cantik yang Gak Harus Seliweran di Medsos
Mutiara Pagi: Asal Kau Tahu (Bagian 1854)
SMK Al-Barokah Gelar Haflatul Wada ke-8, Meriahkan Pelepasan Siswa dengan Tabligh Akbar
PKB Cianjur Gelar Dialog Pembangunan 'Menata Cianjur Kita' di Gedung DPRD
Mengenal Lebih Dekat MTs Atsauri: Sekolah Berbasis Karakter dan Nilai Keagamaan
Gubernur Jawa Timur Hadiri Sejumlah Agenda Strategis di Malang dan Surabaya