Gubernur Cantik yang Gak Harus Seliweran di Medsos

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 28 Mei 2025 | 05:24 WIB
Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara  (Instagram @s_tjo)
Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara (Instagram @s_tjo)

Ya, Gubernur cantik itu bernama Sherly Tjoanda. Ia bersama pasangannya berhasil meraih suara mutlak 50%+ pada Pilkada Maluku Utara 2024 lalu. Tidak masalah sebagai seorang perempuan dan beragama katolik, identitas politik tidak melulu melihat agama dan bias gender.

Banyak yang mengatakan Gubernur terbaik sejauh ini (periode 2024-2029) adalah KDM. Jika diukur dari kemunculan di layar medsos, Sherly jelas kalah jauh. KDM hampir setiap hari muncul konten video dan beritanya di timeline netizen. Makanya KDM jelas lebih populer.

Lalu apakah karena populer lantas bisa dikatakan terbaik? Seorang kepala daerah itu sederhana saja untuk dikatakan baik, bahwa ia berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat. Setidaknya melahirkan gebrakan kebijakan yang manfaat buat warganya.

Kalau kata saya sih, plus tanpa banyak drama. Yang saya ketahui, Gubernur Sherly berhasil membebaskan biaya pendidikan tingkat SD-SMA (termasuk swasta). Bahkan sebelum MK ketok palu memutuskan pemerintah harus menggratiskan biaya pendidikan SD-SMA.

Sherly juga menggulirkan beasiswa kuliah S1 untuk mahasiswa pra-sejahtera di kampus berakreditasi B di wilayah Maluku Utara. Program beasiswa tersebut bersinergi dengan program Kemendikbudristek, yang sebenarnya sudah menjamin kuliah gratis bagi mahasiswa kategori Dikti 1, 2, dan 3, asalkan data mereka terverifikasi dalam sistem DTSN.

Di sektor kesehatan, Sherly mengambil langkah berani dengan menargetkan Universal Health Coverage (UHC) prioritas. Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Maluku Utara akan meluncurkan program UHC prioritas per 1 Juni, setelah penandatanganan kerja sama dengan BPJS pada 20 Mei lalu.

Melalui program ini, semua pemegang KTP Maluku Utara yang bukan peserta mandiri dan belum aktif BPJS-nya akan langsung diaktifkan oleh pemerintah provinsi, tanpa menunggu satu bulan seperti biasanya. Aktivasi ini berlaku langsung di hari yang sama selama jam kerja.

Tidak perlu melihat berasal dari partai apa sepanjang Gubernur mendedikasikan dirinya untuk rakyat, itu kategori "terbaik". Plusnya lagi, Gubernur Malut ini jauh dari hingar-bingar kemeriahan di medsos, jauh dari pemberitaan negatif, dan berlaku sebagaimana layaknya pemimpin daerah.

Ia tidak over atau berlebihan dalam berekspresi yang biasanya bertujuan menarik simpati warganya. Ia tidak merekam dan menyiarkan apa yang dilakukan kepada warganya secara pribadi. Ia tidak mencari perhatian dan ketenaran. Ia hanya bekerja sesuai dengan kewajibannya.

Apa yang dilakukan Sherly pun, bagi saya belum cukup dikatakan terbaik, karena ia dan kepala daerah lain belum genap setahun menjalankan tugasnya. Masih ada waktu dan banyak lagi yang harus dikerjakan untuk pembuktian kepada publik. Pesan saya, bekerja saja sebaik mungkin tanpa perlu cari perhatian.

Sebabnya apa, sudah ada pengalaman gaya politikus yang penuh pencitraan dan selalu haus pemberitaan akan dirinya. Mungkin ia terlihat bagus namun nyatanya semu. Semua yang dilakukan hanya untuk meng-cover dirinya sendiri agar populer dan dianggap populis. Jangan terulang ya dek ya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB
X