Belajar dari Ashabul Kahfi
Pertemanan membawa arah hidup
Dalam menghadapi pilihan hidup
Seperti pemuda-pemuda yang beriman
Yang pantas untuk dijadikan teladan
Gua yang sempit menjadi istana keheningan
Dinding batu menjadi saksi keteguhan iman
Yang mereka inginkan hanya satu
Menyelamatkan keyakinan dari arus waktu
Mereka bukan lari dari dunia
Melainkan menuju cahaya
Mereka tak menuntut panggung
Melainkan mengajak untuk merenung
Menyepi bukan karena takut, tapi karena cinta
Menepi bukan karena pengecut, tapi karena setia
Ingin lebih dekat dengan suara langit
Agar bisa terhindar dari situasi sulit
Mereka tak meminta untuk dikenang
Melainkan mengajari cara berjuang
Menghibur jiwa-jiwa yang lelah
Agar dalam hidup tak pernah menyerah
Karena bentuk tertinggi dari keberanian
Keteguhan hati dalam mempertahankan
Tidak tergoda oleh kekuasaan dan ancaman
Memilih keimanan dalam menghadapi tekanan
Malang, 27 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Secondhand Smoke Bikin Galau
Wajibkah Membaca Buku Bagi Anak Sekolah Dasar?
Presiden Prabowo dan Premier Li Qiang Sepakati 12 MoU Strategis, Perkuat Kemitraan Indonesia–Tiongkok
Mutiara Pagi: Beruang (Bagian 1852)
Mobilitas Tinggi Gubernur Jatim: Perkuat Pertahanan, Investasi, hingga Kesejahteraan Masyarakat
Senin Ceria, Awal Pekan Penuh Energi Positif
Oase Teduh, Rumah Idaman yang Memeluk Kesejukan
Memimpin dengan Hati dan Strategi, Kunci Organisasi Berjaya
Hibah APBD untuk Siapa?
Lamongan Setelah 456 Tahun