Journalnusantara.com, Jakarta - Sejarah adalah pedoman hidup untuk masa ini guna mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Sebagai guru dan akademisi, menjadi tanggung jawab kita untuk menjunjung tinggi nilai-nilai klarifikasi serta menggunakan akal sehat dalam merespons berbagai persoalan bangsa.
Salah satu isu penting yang kini mengemuka adalah tentang penulisan sejarah.
Penulisan sejarah bukan hanya sekadar menyusun peristiwa masa lalu, melainkan juga merupakan pijakan dalam membentuk kesadaran nasional dan arah pendidikan bangsa ke depan.
Asosiasi Guru Sejarah Indonesia atau AGSI hadir sebagai ruang diskusi terbuka bagi para guru sejarah dari seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan diskusi publik bertajuk Penulisan Sejarah untuk Kepentingan Bangsa dan Pendidikan, AGSI mengajak seluruh insan pendidikan untuk berdialog dan berbagi pandangan secara konstruktif.
Acara ini akan diawali dengan pengantar dari Sumardiansyah Perdana Kusuma. Diskusi akan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum., dan Dr. Zulkarnain, M.Pd.
Diskusi akan dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Mei 2026 pukul 19.00 WIB sampai selesai. Kegiatan ini akan berlangsung secara daring melalui platform Zoom.
Peserta dapat bergabung melalui tautan https://bit.ly/AGSI_SEJARAH dengan Meeting ID 881 6934 0076 dan passcode 053363.
Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dan mengisi presensi di akhir sesi akan mendapatkan sertifikat partisipasi.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Humas AGSI di nomor 0822 3257 9000.
Mari bersama menguatkan kembali makna sejarah untuk bangsa dan generasi masa depan.
Artikel Terkait
Wajibkah Membaca Buku Bagi Anak Sekolah Dasar?
Presiden Prabowo dan Premier Li Qiang Sepakati 12 MoU Strategis, Perkuat Kemitraan Indonesia–Tiongkok
Mutiara Pagi: Beruang (Bagian 1852)
Mobilitas Tinggi Gubernur Jatim: Perkuat Pertahanan, Investasi, hingga Kesejahteraan Masyarakat
Senin Ceria, Awal Pekan Penuh Energi Positif
Oase Teduh, Rumah Idaman yang Memeluk Kesejukan
Memimpin dengan Hati dan Strategi, Kunci Organisasi Berjaya
Hibah APBD untuk Siapa?
Lamongan Setelah 456 Tahun
Mutiara Pagi: Menepi Sejenak (Bagian 1853)