Asal kau tahu,
Hidup seperti lautan
Yang tidak pernah diam
Kadang tenang menghayutkan
Bisa membuat kita tenggelam
Ke mana ombak hatimu ingin menuju
Akan sampai pada darmaga yang dituju
Sedangkan rasa lelahmu adalah isyarat
Bahwa jiwa pun butuh istirahat
Asal kau tahu,
Ruhmu lebih dahulu ada
Sebelum namamu ditulis di dunia
Suatu saat pasti akan Kembali
Ke pangkuan Yang Maha Suci
Meski tak kasat mata
Tapi semua itu nyata
Dalam diam ia bicara
Lewat rasa, tanpa suara
Asal kau tahu
Tak ada manusia yang sempurna
Semua punya salah dan dosa
Menganggap diri paling sempurna
Hanyalah pengakuan semu belaka
Ingatlah, tanah tempat kau berpijak
Kelak, rumah yang tak dapat kau tolak
Rendahkan hatimu seperti akar
Tak tampak tapi menyangga pohon besar
Malang, 28 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Oase Teduh, Rumah Idaman yang Memeluk Kesejukan
Memimpin dengan Hati dan Strategi, Kunci Organisasi Berjaya
Lamongan Setelah 456 Tahun
Mutiara Pagi: Menepi Sejenak (Bagian 1853)
Sejarah sebagai Pedoman, Menulis untuk Bangsa dan Pendidikan Masa Depan
Gowok dan Kamasutra Jawa: Seksualitas, Spiritualitas, dan Estetika Tubuh dalam Kebudayaan Jawa Klasik
Situs Bojongmenje, Candi Tertua Jawa Barat yang Dibiarkan Menjadi Debu Modernitas
Mahasiswa Universitas Suryakancana Sukses Gelar Webinar Internasional tentang Inovasi Pertanian Global
Wakil Rakyat dan Kemiskinan
Gubernur Cantik yang Gak Harus Seliweran di Medsos