Siapa pun pemimpin negeri
Jika menatapnya dari kacamata benci
Hanya menjadi panggung gusar
Ladang subur untuk berkata kasar
Pastikan tanganmu ikut berkarya
Bukan lisan yang selalu menghina
Peluklah seperti sahabat lama
Dengan keyakinan, doa, dan cinta
Menghina negara ini
Seperti menghina ibunda sendiri
Memaki bangsa ini
Seperti memaki ayahanda sendiri
Kritik boleh, marah jangan
Apalagi hanya meluapkan kekesalan
Atau karena tak dapat bagian
Sehingga yang tampak hanya keburukan
Ibu Pertiwi menangis dalam sunyi
Bukan karena kritik yang kau beri
Tapi melihat pemaki negeri sendiri
Yang setiap hari tak bosan bereaksi
Menatap merah putih dengan ejekan
Lebih bangga logo luar yang diunggulkan
Padahal lahir dan hidup di negeri ini
Tapi terus mengalir caci maki setiap hari
Malang, 31 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Benteng Pendem Garut: Di Tengah Bangkai Sejarah yang Terlupakan
PKB Cianjur Gelar Dialog Pembangunan 'Menata Cianjur Kita' di Gedung DPRD
Mengenal Lebih Dekat MTs Atsauri: Sekolah Berbasis Karakter dan Nilai Keagamaan
Gubernur Jawa Timur Hadiri Sejumlah Agenda Strategis di Malang dan Surabaya
Mutiara Pagi: Asal Kau Mengerti (Bagian 1855)
Agama dan Strategi Pembangunan: Dialog Dai Tata Sukayat dengan Profesor Sejarah AS
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MTS AL IKHWAN CIHEA 2025/2026: WUJUDKAN GENERASI UNGGUL BERAKHLAK MULIA
Santri dan Korupsi
Mutiara Pagi: Era Penampilan (Bagian 1856)
Sukmaji, Pensiunan PNS yang Menjerit Karena Diduga Jadi Korban Penipuan Kredit Fiktif