Oleh: Ahmad Fahrul Rozi
Keledai berkata kepada harimau: - "Rumputnya biru".
Harimau itu menjawab: "Tidak, rumputnya hijau."
Diskusi memanas, dan keduanya memutuskan untuk menghadap singa, Raja Hutan.
Sebelum mencapai pembukaan hutan, di mana singa sedang duduk di singgasananya, keledai itu mulai berteriak: "Yang Mulia, apakah benar rumput itu berwarna biru?".
Singa itu menjawab: "Benar, rumputnya berwarna biru."
Keledai itu bergegas dan melanjutkan: "Harimau itu tidak setuju dengan saya dan menentang dan mengganggu saya, tolong hukum dia."
Raja kemudian menyatakan: "Harimau itu akan dihukum dengan diam selama 5 tahun."
Keledai itu melompat dengan riang dan melanjutkan perjalanannya, puas dan mengulangi: "Rumput Itu Biru".
Harimau menerima hukumannya, tetapi sebelumnya dia bertanya kepada singa: "Yang Mulia, mengapa Anda menghukum saya?, kan memang, rumput itu hijau."
Singa itu menjawab: "Sebenarnya, rumput itu berwarna hijau."
Harimau itu bertanya: "Jadi mengapa kamu menghukum saya?".
Singa menjawab: - "Itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaan apakah rumput itu biru atau hijau. Hukumannya adalah karena tidak mungkin makhluk pemberani dan cerdas sepertimu membuang-buang waktu berdebat dengan keledai, datang dan ganggu aku dengan pertanyaan itu."
Buang-buang waktu terburuk adalah berdebat dengan orang bodoh dan fanatik yang tidak peduli tentang kebenaran atau kenyataan, tetapi hanya kemenangan keyakinan dan ilusinya.
Artikel Terkait
Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Ihsan Menjalani Hidup
Curug Ciarjuna di Garut, Miliki Beberapa Air Mancur yang Cocok untuk Bersantai dan Bermain Air
PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Dubes Jepang
Anak Muda Lentera Bangsa
Kala TNI Membangun Akses Jalan Sekolah Rimba Papua
Taruna TK. IV AAU Ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman
HIMAT Hari Ini, Cianjur "Suram" Esok Hari
Tren Penceraian Karena Judi Online Meningkat
Revitalisasi HIMAT dalam Pikiran, Perkataan dan Perbuatan: Respon Atas Tulisan Kang Ridwan Mubarak