Journalnusantara.com, Garut - Curug Ciarjuna, di Kampung Cikopo, Desa Panawa, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut. Curug Ciarjuna adalah salah satu curug yang berada di Kabupaten Garut yang masih terbilang sangat jarang dikunjungi, mungkin karena aksesnya yang cukup sulit dan jaraknya yang jauh dari kota Garut sekitar 45 Km.
Ciarjuna terdiri dari beberapa curug tinggi yang airnya keluar memancar dari bebatuan di dinding tebing, serta satu curug utama yang debit airnya cukup besar. Tinggi curug ini 85 m, namun terdiri dari dua terjunan.
Area sekitar curug cukup nyaman digunakan untuk bersantai dan berfoto, namun tidak baik berlama-lama melakukan aktivitas di sini karena potensi bahaya yang cukup tinggi, seperti resiko longsor dan jatuhnya bebatuan.
Oleh karena itu, jika berencana menginap atau berkemah, bisa di dekat pos satpam di pintu masuk PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro).
Untuk mencapai curug Ciarjunaperlu perjuangan ekstra karena akses jalan menuju kesini pun tergolong sulit. Ada beberapa route yang bisa ditempuh menuju curug ini, rute pertama dari gerbang perkebunan teh Nusantara VIII Papandayan ke arah kampung Tumaritis dan terus ke Panawa.
Route kedua lewat Pamulihan melalui kampung Garumukti. Route ketiga lewat Perkebunan Teh Sedep Pangalengan Pangalengan lewat Cileuleuy, Batu kasang lanjut Curug Ciarjuna.
Sebaiknya mengunjungi curug ini dengan menggunakan kendaraan roda 2. Pastikan kendaraan yang digunakan ke Curug Ciarjuna Garut dalam kondisi prima karena kondisi jalannya belum mulus.
Kontur jalanannya pun masih cukup ekstrem. Siapkan juga fisik yang prima karena Anda harus berjalan kaki sesampainya di area parkir.
Area di depan curug juga sangat mengundang untuk bersantai atau bermain air. Udara di area ini sangat sejuk, bahkan di siang hari, karena cukup tertutup.
Dinding tebing yang tinggi menghalangi cahaya matahari yang masuk, sehingga pencahayaan cukup tepat untuk memotret air terjun.
Selain itu, curug-curug yang memancar keluar dari bebatuan di dinding tebing juga membuat Curug Ciarjuna menjadi sangat unik jika dipotret.
Belum ada fasilitas penunjang wisatawan apapun di sekitar curug, karena memang curug ini berada di dalam fasilitas PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro), bukan di dalam area wisata.
Warung dan bengkel terdekat ada di Kampung Cikopo, diluar area PLTMH. Tempat makan dan pom bensin kecil ada di desa sebelumnya, dan lebih baik mengisi penuh bahan bakar kalian sebelum memasuki Kecamatan Pamulihan.
Kawasan desa Panawa sendiri didominasi oleh perkebunan teh dan kopi, serta lembah-lembah dalam yang belum terjamah.
Artikel Terkait
Memaknai Haji, Kurban dan Hijrah
Keimigrasian Digital di Bandara dan Pelabuhan Utama Telah Pulih
Asah Mental, Prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir Laksanakan Try Out
Bisik dalam Gelombang
Melihat Kesiapan KAI sebagai Tuan Rumah ASEAN Railways CEO’s Conference ke-44
Menakar Liar Pilkada Cianjur, Menguji Komitmen Politik Herman-Ibang di Pilkada 2024
Top! Potret Babinsa Koramil 1424-05/Sinjai Selatan Bantu Penyemprotan Tanaman Padi Milik Petani
Bijak dalam Memanfaatkan Waktu: Anugerah yang Tak Tergantikan Menurut Islam
Ditjenpas Luncurkan Standar dan Modul Perlakuan Anak Kasus Terorisme
Ihsan Menjalani Hidup