Benci Penguasa, Bukan Benci Pribadi: Memahami Akar Ketidakpuasan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 1 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ilusttasi presiden atau penguasa
Ilusttasi presiden atau penguasa

Journalnusantara.com - Ketidakpuasan terhadap penguasa adalah hal yang wajar, seringkali dipicu oleh kebijakan yang terasa merugikan hingga pengalaman ketidakadilan yang membekas.

Rasa tidak puas ini, jika terakumulasi, bisa melahirkan gelombang perlawanan, bahkan yang berujung pada kekerasan.

Mari kita telaah lebih dalam beberapa akar penyebab kebencian terhadap penguasa:

1. Kebijakan yang Menggerogoti Kesejahteraan: Kebijakan yang dianggap tidak adil, seperti kenaikan pajak tanpa timbal balik kesejahteraan yang nyata, aturan yang hanya menguntungkan segelintir pihak, atau pengabaian kebutuhan mendasar masyarakat, jelas dapat memicu antipati.

 

2. Luka Diskriminasi dan Kekerasan: Perlakuan diskriminatif terhadap kelompok tertentu, tindakan represif seperti penyiksaan, atau pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat penguasa, akan menorehkan luka mendalam dan menumbuhkan kebencian yang sulit dipadamkan.

 

3. Gerogotan Korupsi dan Impunitas Kriminal: Ketika korupsi merajalela dan kejahatan dibiarkan tanpa tindakan tegas, masyarakat akan merasa tidak aman dan kehilangan kepercayaan pada integritas pemimpin.

 

4. Jurang Ketidakadilan dan Ketimpangan Sosial: Kesenjangan ekonomi yang mencolok, ketidakadilan dalam penegakan hukum, serta kegagalan penguasa dalam mengatasi kemiskinan, dapat membuat sebagian masyarakat merasa terpinggirkan dan menumbuhkan rasa benci.

 

5. Arogansi Kekuasaan dan Paternalisme: Sikap penguasa yang paternalistik, yang meremehkan aspirasi rakyat, atau tindakan otoriter yang memaksakan kehendak tanpa dialog, pasti akan memicu penolakan dan kebencian.

 

6. Ketidakmampuan Menjawab Tantangan: Ketika penguasa gagal mengatasi masalah krusial yang dihadapi masyarakat, seperti krisis ekonomi, bencana alam yang penanganannya lambat, atau masalah sosial yang tak kunjung usai, kekecewaan akan berubah menjadi hilangnya kepercayaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X