JOURNALNUSANTARA.COM - Menghindari kemacetan di kawasan Puncak memang memerlukan strategi matang karena jalur ini merupakan urat nadi utama antara Bogor dan Cianjur.
Cara paling ampuh adalah dengan memantau jadwal sistem satu arah atau one way yang biasanya diberlakukan kepolisian pada akhir pekan.
Biasanya arus ke atas dibuka pada pagi hari, sementara arus balik ke bawah dibuka pada siang hingga sore hari. Selain itu, aturan ganjil genap juga wajib diperhatikan agar perjalanan tidak terhambat di titik pemeriksaan Simpang Gadog.
Jika jalur utama sudah terkunci, jalur alternatif lewat Sentul melalui Bukit Pelangi bisa menjadi pilihan cerdas untuk keluar di kawasan Megamendung.
Bagi pengendara yang ingin menuju Cipanas atau Cianjur tanpa melewati keramaian Pasar Cisarua, rute via Jonggol dan Cariu sangat disarankan karena jalannya lebih lebar dan jarang terkena rekayasa satu arah.
Pilihan lain bagi yang terbiasa dengan jalanan pemukiman adalah melewati jalur Katulampa yang tembus ke arah Pasir Angin untuk memangkas waktu di gerbang tol utama.
Pemilihan waktu keberangkatan juga menjadi faktor penentu kenyamanan perjalanan Anda.
Berangkat di bawah jam enam pagi atau setelah jam sembilan malam sering kali memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih lancar dibandingkan saat jam sibuk.
Pastikan juga kondisi kendaraan dalam keadaan prima karena jalur-jalur alternatif di kawasan ini cenderung memiliki kontur tanjakan yang cukup curam dan tikungan yang tajam.
Dengan kombinasi pemilihan waktu yang tepat dan penguasaan jalur tikus, kemacetan parah di jalur legendaris ini bisa diminimalisir.
Artikel Terkait
PDI-P Cianjur Bentuk Baguna dan BPEK, Tandai Peresmian dengan Bagi Sembako ke Warga
Jejak Kreativitas dan Pesona Artis Asal Cianjur yang Mewarnai Panggung Hiburan Nasional
KOPRI PC PMII Cianjur Kecam Kekerasan Seksual terhadap Anak 12 Tahun di Sukaresmi
Lurah Pamoyanan Lantik 83 Ketua RT dan RW, Camat Cianjur: Garda Terdepan Pelayanan Publik
PC Kodrat Kabupaten Cianjur Pererat Silaturahmi dan Bidik Tiga Emas di Porprov
Mutiara Pagi: Lima Tiada Enamnya (Bagian 2168)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Hujan Berkah (Bagian 33)
Taktik Serangan Balik Sepakbola
Mutiara Pagi: Enam Tiada Tujuhnya (Bagian 2169)
Perbedaan Haji dan Umrah