Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Hujan Berkah (Bagian 33)

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Jumat, 3 April 2026 | 17:32 WIB
Ilustrasi hujan
Ilustrasi hujan

JOURNALNUSANTARA.COM - Rintik pertama jatuh membasahi tanah yang sudah lama meranggas. Bau tanah kering yang tersiram air segera memenuhi udara, membawa aroma khas yang menenangkan jiwa. Bagi banyak orang, momen ini adalah jawaban atas doa-doa panjang di tengah kemarau yang melelahkan.

Di persawahan, para petani tersenyum lebar melihat parit-parit mulai terisi. Padi yang tadinya merunduk layu kini perlahan tegak kembali. Air hujan ini bukan sekadar cairan, melainkan napas baru bagi tanaman yang menjadi tumpuan hidup banyak keluarga.

Anak-anak berlarian keluar rumah dengan tawa yang lepas. Mereka menyambut tetesan air dengan tangan terbuka, seolah ingin memeluk kegembiraan yang turun dari langit. Mandi hujan menjadi pesta sederhana yang paling mewah bagi masa kecil mereka.

Di sudut kota, debu-debu yang menempel di daun pepohonan luruh seketika. Jalanan yang tadinya panas menyengat kini berubah sejuk. Meskipun kemacetan mungkin terjadi, ada rasa syukur yang terselip karena polusi sedikit berkurang terbawa aliran air menuju muara.

Hujan mengajarkan kita tentang kesabaran dan harapan. Setelah panas yang membakar, selalu ada kesejukan yang datang menyembuhkan. Ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan pasti memiliki akhir yang indah dan menyegarkan bagi mereka yang mau menanti.

Setiap tetesnya membawa pesan bahwa alam selalu punya cara untuk berbagi kebaikan. Tanpa perlu diminta dua kali, langit tumpah ruah memberikan kehidupan bagi bumi. Semua makhluk, dari serangga kecil hingga pohon raksasa, merayakan pesta air ini dengan caranya masing-masing.

Saat senja mulai turun bersama sisa rintik, bumi terasa lebih hidup dari sebelumnya. Hujan berkah hari ini meninggalkan jejak hijau yang akan tumbuh esok hari. Kita belajar bahwa keberkahan seringkali datang dalam bentuk yang sederhana, sesederhana tetesan air yang jatuh tepat pada waktunya.

Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Yang Harus Digali DPRD Cianjur atas Raperda P2APBD

Minggu, 28 Juni 2026 | 09:30 WIB
X