(Renungan Batin Yazid al-Bustomy)
Apa lima yang tiada enamnya
yang menghiasi kehidupan manusia
jawaban Abu Yazid Al-Bustami
sebuah isyarat tentang ritme Ilahi:
Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh
semuanya panggilan yang berulang
namun tidak pernah usang
janji pertemuan yang penuh kemesraan
antara hamba dan yang menciptakan
kelimanya menjadi jembatan
antara yang fana dan abadi
agar tidak larut dalam kesibukan
dan menjaga ketenangan hati
Subuh adalah panggilan pertama
ketika langit mulai membuka mata
menandai dimulainya perjalanan
sesuai rencana yang ditentukan
Dzuhur titik tengah perjalanan
di antara hiruk-pikuk dunia
agar berhenti sejenak dari kesibukan
untuk kembali mendekat kepada-Nya
Ashar adalah bayang-bayang
bahwa hari perlahan menua
manusia diajak untuk menimbang
segala sesuatu yang masih tersisa
Maghrib perpisahan yang indah
dengan langit yang mulai berubah
Tuhan hendak mengingatkan
bahwa semuanya hanyalah kesementaraan
Isya adalah malam yang memeluk
agar hati kembali tunduk
mengajak manusia untuk menyadari
tentang kehidupan setelah dunia ini
Malang, 3 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Dibuka Ajang Pencarian Bakat Teater Anak di Cianjur
Pentingnya Melatih Kepekaan Kebersihan Sejak Dini
Mutiara Pagi: Empat Tiada Limanya (Bagian 2167)
Harga Emas Antam di BSI Tembus Rp2,9 Juta per Gram pada Awal April 2026
Puluhan Tahun Berdagang di Alun-alun Cibeber Cianjur, Kini Terancam Tergusur
PDI-P Cianjur Bentuk Baguna dan BPEK, Tandai Peresmian dengan Bagi Sembako ke Warga
Jejak Kreativitas dan Pesona Artis Asal Cianjur yang Mewarnai Panggung Hiburan Nasional
KOPRI PC PMII Cianjur Kecam Kekerasan Seksual terhadap Anak 12 Tahun di Sukaresmi
Lurah Pamoyanan Lantik 83 Ketua RT dan RW, Camat Cianjur: Garda Terdepan Pelayanan Publik
PC Kodrat Kabupaten Cianjur Pererat Silaturahmi dan Bidik Tiga Emas di Porprov