JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA — Sustainable International Tourism Event (SITE.UI) 2026 sukses diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata Universitas Indonesia Kelas A.
Acara yang mengusung tema "Turning Awareness into Action Through Content Creation" ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini hadir sebagai ruang edukasi dan kolaborasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya sustainable tourism sekaligus mendorong aksi nyata melalui media digital.
Di tengah perkembangan industri pariwisata global, isu sustainable tourism semakin mendapat perhatian akibat meningkatnya dampak lingkungan, sosial, dan budaya dari aktivitas wisata.
Namun di era digital saat ini, pemahaman tersebut masih sering berhenti sebatas kesadaran (awareness) tanpa diikuti aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, konten pariwisata di media sosial saat ini masih didominasi oleh aspek visual dan hiburan. Jarang sekali ada konten yang membahas pentingnya menjadi responsible traveler yang peduli terhadap keberlanjutan destinasi wisata.
Melalui SITE.UI 2026, mahasiswa Manajemen Bisnis Pariwisata Vokasi UI berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih relevan dengan generasi muda melalui content creation sebagai sarana edukasi dan advokasi.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman isu keberlanjutan sekaligus mendorong peserta menyebarkan pesan tersebut secara kreatif dan komunikatif di media sosial.
Dalam sesi seminar interaktif, para pembicara mengupas berbagai tantangan dan realitas di balik implementasi sustainable tourism.
Muhammad Ihsan Destian dari Pandawara Group menyoroti kekuatan media sosial dan aksi kolektif anak muda dalam meningkatkan kepedulian lingkungan.
Berdasarkan pengalaman Pandawara Group menangani sampah dan pencemaran sungai, ia menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, Agung Yoga Asmoro membahas tantangan implementasi di Indonesia melalui hasil penelitiannya terhadap desa wisata.
Ia menyoroti fenomena "scoreism", yaitu kondisi ketika keberhasilan pariwisata lebih banyak dinilai dari indikator simbolis dibandingkan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
Artikel Terkait
Pasar Murah Pertanian Cianjur Digelar Hari Ini, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idul Adha
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, DPD Tani Merdeka Indonesia Cianjur Dukung Terwujudnya Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945
Ketua YLBHC Minta Semua Pihak Jaga Status Quo dan Stop Pengosongan Kios Pedagang Cibeber Cianjur
Refleksi Hari Kebangkitan Nasional Antara Astacita dan Reproduksi Masalah
Menenun Kebangkitan Adab
Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)
ASIKOPTI Gandeng Beijing Jiaotong University, Buka Peluang Pertukaran Mahasiswa hingga Publikasi Internasional
Sengkarut Dunia Pendidikan dan Tantangan Masa Depan Bangsa
RSUD Cimacan Cianjur Perluas Akses Kesehatan, Gandeng 150 Mitra dan Buka Layanan MCU Pekerja Migran
Dugaan Pemaksaan Aborsi dan Penggelapan Ratusan Juta di Semarang, Korban Tempuh Jalur Hukum