JOURNALNUSANTARA.COM, SEMARANG – Di balik hiruk-pikuk kota, masih banyak anak jalanan yang tumbuh dalam keterbatasan dan sering kali dipandang sebelah mata. Berangkat dari kepedulian terhadap kondisi tersebut, Viona Wijaya, perwakilan Miss Bintang Jawa Tengah 2026, mengangkat advokasi bertajuk “Mereka Bukan Beban, Mereka adalah Harapan Bangsa.”
Melalui advokasi ini, Viona ingin mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap anak jalanan. Menurutnya, mereka bukanlah beban bagi masyarakat, melainkan anak-anak Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk bermimpi, memperoleh pendidikan, serta meraih masa depan yang lebih baik apabila diberikan kesempatan.
“Sering kali kita hanya melihat keadaan mereka hari ini, tanpa menyadari bahwa di dalam diri setiap anak terdapat potensi luar biasa. Mereka membutuhkan kesempatan, bukan penghakiman. Mereka membutuhkan dukungan, bukan stigma,” ujar Viona, Selasa (7/7/2026).
Perempuan kelahiran Medan, 27 Februari 2004 ini memiliki hobi berlari dan bernyanyi. Lulusan SMK Teknik Komputer dan Jaringan tersebut merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ini, Viona aktif menekuni dunia modeling dan entertainment sebagai wadah untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membawa pengaruh positif kepada masyarakat.
Keikutsertaannya dalam ajang Miss Bintang Jawa Tengah 2026 tidak hanya menjadi sarana untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking, tetapi juga memperluas wawasan sosial agar dapat lebih aktif menyuarakan berbagai isu kemanusiaan, khususnya yang berkaitan dengan anak-anak yang hidup di jalanan.
Melalui advokasi “Mereka Bukan Beban, Mereka adalah Harapan Bangsa,” Viona berharap masyarakat tidak lagi memandang anak jalanan hanya dari kondisi yang mereka alami saat ini. Sebaliknya, ia mengajak semua pihak untuk melihat potensi, bakat, dan impian yang mereka miliki sebagai generasi penerus bangsa.
Viona meyakini bahwa perubahan besar dapat dimulai dari perubahan cara pandang. Ketika masyarakat memilih untuk merangkul, membimbing, dan memberikan kesempatan, anak-anak jalanan memiliki peluang yang sama untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.
"Saya berharap advokasi ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan kesempatan untuk berkembang. Sebab pada akhirnya, mereka bukanlah beban, melainkan harapan bangsa yang patut diperjuangkan bersama," tandasnya.
Artikel Terkait
Dokter PPDS Anestesi Unsrat Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kosnya
Menhut Raja Juli Antoni Laporkan Temuan Amplop Bupati Kuansing ke KPK
Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru Kasus Kekerasan Anak Daycare Little Aresha
Penggelapan Dana Pelunasan Kredit BSI Anambas Terbongkar Saat Nasabah Ajukan Pinjaman
Dua Masalah Hukum Sekaligus Jerat Tambang Galian C di Bulusan Banyuwangi
Anak Pengurus Ormas LBI Jadi Korban Begal Sadis di Arcamanik Bandung
Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)
Rem Overheat Picu Kebakaran Truk Tangki Pertalite Pertamina di Cianjur
NU Butuh Generasi Baru yang Memadukan Tradisi Pesantren dengan Profesionalisme Organisasi dan Kemandirian Ekonomi
Yogyakarta Jadi Saksi Lahirnya Generasi Baru Penjaga Kebudayaan Indonesia Edisi Ketiga