JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA – Safira Layana, finalis Miss Bintang Indonesia yang mewakili DKI Jakarta 5, hadir membawa semangat untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menghadirkan dampak positif melalui advokasi sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Lahir di Medan pada 31 Juli 2003, Safira merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Lulusan Sarjana Pendidikan ini dikenal sebagai pribadi yang aktif, dengan hobi menyanyi, memasak, dan berolahraga.
Saat ini, ia tengah mencari peluang karier sambil terus mengembangkan diri melalui berbagai pelatihan dan kegiatan sosial.
Bagi Safira, Miss Bintang Indonesia (MBI) bukan sekadar ajang kecantikan, melainkan sebuah wadah untuk bertumbuh, mengembangkan potensi diri, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang.
Melalui kompetisi ini, ia ingin memperkenalkan nilai-nilai yang diyakininya, meningkatkan kemampuan public speaking, membangun jaringan yang positif, serta menjadi representasi perempuan Indonesia yang percaya diri, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
"Sebagai bagian dari perjalanannya di Miss Bintang Indonesia, saya mengusung advokasi mengenai kepedulian terhadap pekerja yang harus tinggal jauh dari keluarga," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, di balik semangat meraih kehidupan yang lebih baik, banyak pekerja perantau menghadapi tantangan emosional seperti rasa rindu, kesepian, hingga minimnya dukungan sosial di lingkungan tempat mereka bekerja.
Melalui advokasi tersebut, Safira ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan emosional para perantau dengan mendorong terciptanya lingkungan yang hangat, saling mendukung, dan penuh empati.
Ia percaya bahwa perhatian sederhana, komunikasi yang baik, serta kehadiran komunitas yang positif dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang jauh dari keluarga.
“Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pulang ketika rindu. Karena itu, saya ingin mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang membuat setiap perantau merasa diterima, didengar, dan tidak menjalani perjuangannya seorang diri,” ungkap Safira.
Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Safira berharap advokasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dukungan sosial bagi para pekerja perantau, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk saling merangkul tanpa memandang latar belakang.
Dengan semangat tersebut, Safira Layana optimistis dapat memberikan kontribusi positif selama perjalanan di Miss Bintang Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa seorang perempuan tidak hanya dinilai dari penampilannya, tetapi juga dari karakter, kepedulian, dan dampak nyata yang mampu ia hadirkan bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Sebut Anggaran Makan Bergizi Gratis Dihemat Besar-besaran
Kabar Gembira! Hayyabina Tour and Travel Gelar Flash Sale Paket Umroh 12 Hari Agustus-September 2026
Gaya Komunikasi Kepala Bakom RI Jawab Isu Koperasi Merah Putih Lewat Data
Penyelidikan Penemuan Bayi di Toilet KA Sancaka Fokus pada Rekaman CCTV
Keluarga Tanggapi Kapolda NTT soal Penolakan Psikolog oleh Dokter Icha
PMII Jawa Barat Kritik Perubahan Nama Jadi Tatar Sunda, Tantang DPRD Debat
Mutiara Pagi: Mata Air Kebijaksanaan (Bagian 2262)
Warga Malang Keluhkan Polusi Suara Sound Horeg yang Menyala Sampai Dini Hari
Paradoks Penggunaan Anggaran Belanja Daerah Cianjur Disorot
Kronologi Penggerebekan Bandar Sabu di Kalteng yang Menewaskan Tiga Polisi