Acara "Pesta Raya Dangdut" yang akan digelar pada Minggu, 20 Juli mendatang, dalam perspektif para ulama sama sekali tidak mengandung unsur dakwah yang potensial dan layak mendapat dukungan.
Sebab, mendukung acara itu dan sejenisnya sama saja dengan mendukung terjadinya maksiat. Pesta Raya tersebut merupakan paradoks dengan Cianjur sebagai kota santri yang agamis.
Wallahu a'lam.
Artikel Terkait
Jejak Sejarah Cianjur dari Kadipaten Hingga Menjadi Kota Santri dan Pangan
Mutiara Pagi: Suara yang Jujur (Bagian 1899)
"Menyingkirkan Tanpa Melukai" Rasanya Mak Jleb!
Dekopinwil Jawa Barat Perjuangkan Niti Sumantri sebagai Pahlawan Nasional
RT dan RW Bukan Sekadar Administrasi, Perlu Diberdayakan Nyata
Lomba RT-RW, Ajang Seru untuk Eratkan Warga Segala Usia
BEM PTNU Soroti Anggaran Negara: Efisiensi yang Malah Tidak Efisien
Mahasiswa 'Aisyiyah Yogyakarta Bersihkan dan Hijaukan Kembali Pantai Baros
Jaringan Intelektual Muda Cianjur Gelar Safari dan Santunan Yatim Dhuafa
Mutiara Pagi: Masih Banyak Pintu (Bagian 1900)