Journalnusantara.com, Cianjur – Komunitas Jaringan Intelektual Muda (JIM) Cianjur menggelar kegiatan Safari dan Santunan Yatim Dhuafa pada Sabtu (12/7/2025).
Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB ini diawali dengan pembacaan Tilawatil Qur’an yang dilakukan secara khusyuk oleh seluruh masyarakat yang hadir, sebagai wujud ikhtiar spiritual dan permohonan berkah atas terselenggarakannya kegiatan sosial ini.
Pembukaan formal acara ditandai dengan sambutan Ketua Pelaksana, M. Ihsannul Akmal. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan santunan ini bukan hanya seremonial, melainkan juga simbol bahwa seluruh rangkaian acara diorientasikan pada nilai-nilai keikhlasan, ibadah, dan pengabdian terhadap sesama.
Senada dengan itu, Dewan Penasihat Jaringan Intelektual Muda, Asep J.S., menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran panitia, pengurus JIM, serta para tokoh masyarakat, khususnya pengurus DKM Masjid Al Muhajirin Desa Sukaratu, Kampung Darmaga.
"Terima kasih banyak untuk jajaran panitia, pengurus jaringan intelektual muda, dan para tokoh masyarakat terkhusus para pengurus DKM Masjid Al Muhajirin Desa Sukaratu, Kampung Darmaga, yang sudah ikut serta dan membantu kegiatan sosial ini. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ladang amal saleh untuk kita semua," ujar Asep J.S.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi "dhawuh" atau wejangan keagamaan dari seorang tokoh agama setempat.
Dalam penyampaiannya, tokoh tersebut mengangkat nilai-nilai pentingnya memperhatikan hak anak yatim dan kaum dhuafa sebagaimana diajarkan dalam ajaran Islam.
Dia mengajak seluruh hadirin untuk terus menumbuhkan kepekaan sosial dan menjadikan kegiatan santunan ini sebagai ladang amal yang berkelanjutan.
Puncak acara adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Pembagian santunan dilakukan secara bertahap, dibagi dalam tiga kelompok, untuk memastikan proses berjalan tertib dan lancar serta menjaga kenyamanan para penerima.
Di mana setiap anak mendapatkan bingkisan dan sejumlah uang tunai sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian dari Jaringan Intelektual Muda Cianjur.
Artikel Terkait
Polemik Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Poslogis Surati Bupati dan Kemendagri
Pendidikan Unggul
Gubernur KDM Harus Turun Tangan atas Tindakan Kontroversial Kadiskop Jabar
Jejak Sejarah Cianjur dari Kadipaten Hingga Menjadi Kota Santri dan Pangan
Mutiara Pagi: Suara yang Jujur (Bagian 1899)
"Menyingkirkan Tanpa Melukai" Rasanya Mak Jleb!
Dekopinwil Jawa Barat Perjuangkan Niti Sumantri sebagai Pahlawan Nasional
RT dan RW Bukan Sekadar Administrasi, Perlu Diberdayakan Nyata
BEM PTNU Soroti Anggaran Negara: Efisiensi yang Malah Tidak Efisien
Mahasiswa 'Aisyiyah Yogyakarta Bersihkan dan Hijaukan Kembali Pantai Baros