Mahasiswa 'Aisyiyah Yogyakarta Bersihkan dan Hijaukan Kembali Pantai Baros

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:46 WIB

Journalnusantara.com, Bantul – Pesisir Pantai Baros, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta, yang selama ini menghadapi ancaman abrasi dan timbunan sampah, kini mendapatkan napas baru.

Sekelompok mahasiswa Administrasi Publik Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta telah melaksanakan program "Fikih Hijau" dengan fokus pada konservasi lingkungan di area tersebut.

Anisa Choirin NM, salah satu anggota kelompok empat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi ekologis mangrove sebagai pelindung pantai sekaligus membersihkan area pesisir dari sampah.

"Pantai Baros mengalami kerusakan akibat dua faktor utama abrasi dan banyaknya sampah yang menghambat pertumbuhan mangrove," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media nasional Journalnusantara.com, Sabtu (12/7/2025).

Padahal lanjutnya, mangrove berfungsi sangat penting untuk melindungi pantai dan sebagai habitat biota laut. Ia menambahkan bahwa kondisi ini mendorong mereka untuk melakukan aksi konservasi nyata berupa penanaman mangrove dan bersih-bersih pantai.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Juli 2025 ini didahului dengan survei lokasi pada 2 Juli 2025. Hasil survei menunjukkan bahwa Pantai Baros memiliki potensi ekosistem mangrove yang baik, namun memerlukan dukungan berkelanjutan dalam penanaman, pembersihan sampah, dan pengelolaan kawasan agar manfaat ekologis dan sosialnya dapat maksimal.

"Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program konservasi di lokasi ini," ujar Anisa.

Sebagai solusi, tim mahasiswa yang dibimbing oleh Dr. Muhammad Nurdin Zuhdi, S.Th.I., M.S.I., ini menanam 55 pohon mangrove. Penanaman ini diharapkan dapat memperkuat tutupan mangrove, yang akan berkontribusi dalam mengurangi abrasi dan mendukung ekosistem pesisir.

Selain itu, mereka juga melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang pesisir untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan memungkinkan mangrove tumbuh dengan optimal.

Program ini, menurut Anisa, tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek seperti berkurangnya pencemaran, perlindungan pantai dari abrasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat.

"Dalam jangka panjang, kami berharap program ini dapat memperkuat ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati, menjadi benteng alami terhadap perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sumber daya alam yang lestari," tutup Anisa, optimis terhadap dampak positif dari kegiatan ini bagi lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.

Adapun anggota kelompok "Fikih Hijau" ini terdiri dari Ussi Aminati, Vinka Ayu Rizki Mahanggi, Anisa Choirin NM, Luthfi Azami Cesar, Hanifah Yunita Kurniasari, Yunizah Nurul Jana, Siti Fatiha EP, Revalena Fatma Aulia, dan Dela Citra Agustin, serta Sri Ayu Hastuti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X