Kehadiran ponpes itu juga sebagai upaya menghapus stigma negatif waria yang melekat di masyarakat. Para santri transpuan Ponpes Al Fatah terbukti mampu berbaur dan berhubungan baik dengan warga ekitar.
Berkat kerja kerasnya dan semangat mendampingi para waria, Shinta Ratri mendapat penghargaan pejuang hak asasi manusia mewakili Asia Pasifik dari Front Line Defenders pada tahun 2019.
Dalam laman resmi organisasi internasional untuk perlindungan pembela HAM yang berbasis di Irlandia itu disebutkan bahwa Shinta Ratri adalah pendiri sosok yang kuat dan inovatif.
Baca Juga: Hijab Menorobos Jantung Dunia
Shinta Ratri dapat mengakomodasi kebutuhan transpuan dengan menciptakan ruang aman untuk berdoa.
"Ia mengakomodasi kebutuhan individu trans dan menciptakan ruang yang aman bagi mereka untuk menjalankan agama mereka dan menjadi diri mereka sendiri," tulis organisasi itu di laman website Front Line Defenders.
Namun kini Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al Fatah Yogyakarta kehilangan sosok pengasuhnya. Shinta Ratri, pengasuh yayasan pondok pesantren tersebut meninggal dunia, Rabu, 1 Februari 2023.
Shinta Ratri dikabarkan meninggal dunia pada usia 60 tahun karena serangan jantung. Shinta Ratri meninggal dunia di RSUD Wirosaban, Yogyakarta.
Artikel Terkait
Gila...Teddy Minahasa Minta Jatah 5 Kg Sabu untuk Bonus Bawahannya
Kemenag RI Ajak Khatib Jumat Sampaikan Pesan Persaudaraan
Saksikan! Jadwal Lengkap Proliga 2023
Hijab Menorobos Jantung Dunia
Industri Pariwisata Indonesia Siap Bangkit Kembali
Resmi, Holding BUMN Farmasi Luncurkan Logo Baru Biofarma Group di Hari Jadi ke-3
Perusahaan Astra dan Toyota Luncurkan One Stop Services
Fahri Hamzah Meminta Ubah Mindset untuk Kenaikan Biaya Haji
Perusahaan Rusia Bakal Beri Hadiah Bagi Tentara yang Hancurkan Tank Ukraina
GP Ansor Cikalongkulon Cianjur Gelar Diklatsar Banser di Pesantren Tebuireng 6