Mengenal Pondok Pesantren Waria Al Fatah Yogyakarta, Santri Bebas Memilih Perlengkapan Shalat

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 3 Februari 2023 | 11:19 WIB
Shinta Ratri pimpinan ponpes Waria Al-Fatah Yogyakarta (Instagram/@ponpeswaria)
Shinta Ratri pimpinan ponpes Waria Al-Fatah Yogyakarta (Instagram/@ponpeswaria)

Kehadiran ponpes itu juga sebagai upaya menghapus stigma negatif waria yang melekat di masyarakat. Para santri transpuan Ponpes Al Fatah terbukti mampu berbaur dan berhubungan baik dengan warga ekitar.

Berkat kerja kerasnya dan semangat mendampingi para waria, Shinta Ratri mendapat penghargaan pejuang hak asasi manusia mewakili Asia Pasifik dari Front Line Defenders pada tahun 2019.

Dalam laman resmi organisasi internasional untuk perlindungan pembela HAM yang berbasis di Irlandia itu disebutkan bahwa Shinta Ratri adalah pendiri sosok yang kuat dan inovatif.

Baca Juga: Hijab Menorobos Jantung Dunia

Shinta Ratri dapat mengakomodasi kebutuhan transpuan dengan menciptakan ruang aman untuk berdoa.

"Ia mengakomodasi kebutuhan individu trans dan menciptakan ruang yang aman bagi mereka untuk menjalankan agama mereka dan menjadi diri mereka sendiri," tulis organisasi itu di laman website Front Line Defenders.

Namun kini Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al Fatah Yogyakarta kehilangan sosok pengasuhnya. Shinta Ratri, pengasuh yayasan pondok pesantren tersebut meninggal dunia, Rabu, 1 Februari 2023.

Shinta Ratri dikabarkan meninggal dunia pada usia 60 tahun karena serangan jantung. Shinta Ratri meninggal dunia di RSUD Wirosaban, Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB
X