Hal ini berdampak pada koreksi laba bersih sebesar 9,5 persen secara tahunan akibat percepatan beban depresiasi aset. Langkah ini diambil untuk memastikan penyajian laporan keuangan yang lebih akurat, transparan, dan mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset negara.
Pada segmen ritel (B2C), Telkomsel tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp 109,2 triliun. Meskipun persaingan industri sangat ketat, trafik data mengalami lonjakan sebesar 15 persen secara tahunan.
Perusahaan melihat adanya tren pemulihan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang lebih stabil di paruh kedua 2025, yang diproyeksikan akan terus menguat seiring dengan iklim kompetisi yang semakin sehat.
Untuk mempertahankan momentum di segmen seluler pada 2026, Telkomsel berkomitmen menjaga kualitas jaringan dan menyesuaikan strategi harga yang tepat untuk menekan angka perpindahan pelanggan.
Di saat yang sama, ekspansi internet rumah (fixed broadband) dilakukan dengan pendekatan yang lebih presisi, mempertimbangkan daya beli masyarakat guna memastikan pertumbuhan perusahaan tetap sehat dan berkelanjutan secara finansial.
Di sektor infrastruktur dan bisnis internasional, TelkomGroup terus memperluas jangkauan digital nasional melalui kepemilikan kabel laut sepanjang 210.000 km dan ribuan menara telekomunikasi.
Segmen B2B Infrastructure membukukan pendapatan Rp 8,9 triliun, tumbuh 9,2 persen, yang dipicu oleh ekspansi bisnis data center melalui NeutraDC dan perluasan jaringan fiber ke berbagai wilayah strategis di Indonesia dan luar negeri.
Mitratel sebagai anak usaha di bidang menara telekomunikasi turut memberikan performa gemilang dengan pendapatan Rp 9,5 triliun dan margin EBITDA yang sangat kuat di angka 82,2 persen.
Dengan kepemilikan lebih dari 40.000 menara dan rasio penyewa 1,57 kali, Mitratel mengukuhkan posisinya sebagai pemain menara terbesar di Asia Tenggara. Sementara itu, segmen Wholesale & International Service yang dikelola Telin memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 10,7 triliun.
Pada segmen B2B ICT, meskipun menghadapi tantangan efisiensi dari sektor pemerintahan, Telkom mampu meraih pendapatan Rp 15,3 triliun.
Perusahaan optimis dapat memacu pertumbuhan melalui solusi berbasis kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan kemitraan strategis dengan raksasa teknologi global. Seluruh pengembangan ini didukung oleh disiplin investasi, di mana belanja modal tahun 2025 tercatat sebesar Rp 27,5 triliun yang mayoritas dialokasikan untuk infrastruktur inti.
Sebagai penutup, optimisme perusahaan tetap tinggi menyongsong tahun-tahun mendatang melalui fondasi yang telah dibangun.
“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.
Artikel Terkait
Strategi Penguatan Karakter dan Bakat Pelajar Cianjur Melalui Kompetisi Bertema Budaya di ATS 2026
Ribuan Pelajar SD dan SMP Cianjur Beradu Bakat dalam Ajang Talenta Siswa 2026 di Cipanas
Ikuti Seleksi Pimpinan Baznas Cianjur, KH Deny Saepul Rohman Siapkan Misi Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Rasya Devran, Wajah Baru Seniman Muda Multi-Talenta dari Cianjur
Mutiara Pagi: Sampai Kapan (Bagian 2207)
Skandal Nitrit di Cianjur: Kandungan Zat Kimia pada Menu Pakcoy Lampaui Ambang Batas Aman
Masalah Sanitasi, Dapur MBG di Desa Songgom Didesak Penutupan Sementara
Waspada Badai Petir di Cianjur, Suhu Udara Terasa Lebih Gerah hingga 34 Derajat Celsius
Dua Kandidat Resmi Ditetapkan dalam Pemilihan Ketua RW 07 Perum Pepabri Gunteng Cianjur
Integritas Birokrasi Cianjur Tergerus di Balik Proyek Triliunan Rupiah