JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi memulai gelaran Ajang Talenta Siswa (ATS) 2026 dengan menonjolkan perpaduan unsur kebudayaan lokal dan nilai religius. Agenda tahunan ini diproyeksikan sebagai instrumen vital dalam menggali potensi sekaligus membentuk karakter kuat bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Peresmian acara dilakukan langsung oleh Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu Ferdian, melalui simbolisasi penancapan gunungan wayang di hadapan jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta ratusan peserta didik.
Dalam pidatonya, Muhammad Wahyu Ferdian melontarkan pujian bagi dedikasi para tenaga pendidik dan panitia yang telah mengupayakan keberlangsungan acara ini.
Baginya, ATS bukan sekadar seremonial rutin, melainkan bukti nyata dari sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan standar pendidikan dan mewadahi bakat anak didik.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, Disdikpora, para guru pembimbing, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wahyu menekankan bahwa esensi dari kompetisi ini terletak pada pembangunan mentalitas dan kreativitas siswa di tengah perubahan zaman yang cepat.
Ia menggarisbawahi realitas pelajar masa kini yang harus mampu beradaptasi dengan dua lingkungan yang berbeda. “Anak-anak sekarang hidup di dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Di sana ada tantangan, tetapi juga banyak peluang. Karena itu, peran guru dan orang tua sangat penting untuk membimbing mereka,” jelas Bupati.
Peningkatan prestasi siswa asal Cianjur di level provinsi hingga nasional belakangan ini turut menjadi sorotan positif dalam sambutan tersebut. Pencapaian tersebut dipandang sebagai indikator keberhasilan para pembina dalam melakukan pendampingan secara konsisten.
Wahyu meyakini bahwa bakat-bakat unggul yang mulai bermunculan merupakan hasil langsung dari ketelatenan guru di sekolah. “Kita sekarang mulai banyak melahirkan bakat-bakat luar biasa. Ini tidak terlepas dari jasa para guru dan pembina yang terus mendampingi anak-anak kita,” tambahnya.
Kepada para peserta yang bertanding, Bupati mengingatkan agar prinsip sportivitas tetap dijaga di atas segalanya. Beliau menegaskan bahwa nilai seorang pemenang tidak hanya terpaku pada perolehan trofi semata, melainkan pada kualitas pertumbuhan pribadi yang dialami selama berkompetisi.
“Kemenangan sejati bukan hanya soal piala atau juara, tetapi bagaimana kalian bisa disiplin, bekerja keras, menghargai proses, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Wahyu memberikan pesan mendalam.
Keriuhan acara pembukaan semakin terasa saat unsur seni tradisional Sunda ditampilkan secara apik di tengah-tengah tamu undangan. Kehadiran seni budaya ini mempertegas komitmen daerah dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan pelestarian identitas lokal.
Momentum tersebut kian semarak saat sejumlah siswa membawakan lagu bertajuk Kupetik Bintang dan Pesan Ibu yang memberikan suntikan motivasi bagi seluruh hadirin.
Melalui ATS 2026, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap dapat melahirkan bibit-bibit berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas, termasuk level internasional.
Artikel Terkait
Jelang Idul Adha, DKM Al-Muhajirin Pepabri Gunteng Cianjur Menerima Hewan Qurban
Mutiara Pagi: Belajar Mendengar (Bagian 2204)
Mengukur Kompetensi Calon Nakhoda Zakat, Puluhan Peserta Jalani Uji Dasar BAZNAS Cianjur
Refleksi Ketua BAZNAS Cianjur di Tengah Seleksi: Harapan untuk Pemimpin Baru dan PR Zakat Mal
Rupiah Tembus Rp17.433 per Dollar AS, BEM PTNU Se-Nusantara Sebut sebagai Alarm Kegagalan Pemerintah
Mutiara Pagi: Pangeran Hukum (Bagian 2205)
LPPTKA BKPRMI Kecamatan Cianjur Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Melalui Munaqosah TPQ
Mutiara Pagi: Lupa (Bagian 2206)
Grand Aston Puncak Tawarkan Promo Menginap Hemat Sunday Monday Shocking Deal Mulai Rp 899 Ribu
Madat Agama