JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Proses pencarian figur pemimpin Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur untuk masa jabatan 2026-2031 kini memasuki fase krusial.
Sebanyak 23 kandidat yang telah melewati penyaringan awal berkumpul di lingkungan Kompleks Pemerintah Kabupaten Cianjur pada Sabtu (9/5/2026) guna mengikuti ujian pengetahuan dasar.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam menentukan arah pengelolaan zakat di wilayah tersebut untuk setengah dekade mendatang.
Ujian tertulis ini bukan sekadar formalitas, melainkan filter bagi para peserta yang sebelumnya telah dinyatakan memenuhi kualifikasi administratif.
Dasar penyelenggaraan tes ini berpijak pada surat keputusan resmi Tim Seleksi Nomor 37/TSCPB/2026. Seluruh nama yang hadir merupakan mereka yang telah lolos dari pemeriksaan berkas ketat, sebuah tahap awal yang memastikan legalitas dan rekam jejak para calon pimpinan.
Keputusan mengenai siapa saja yang berhak duduk di ruang ujian tersebut diambil setelah Tim Seleksi melakukan verifikasi mendalam pada awal Mei lalu.
Sekretaris Timsel Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur, Selamet Riyadi, yang mewakili Ketua Timsel Ahmad Rifai Azhari, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci dalam setiap tahapan ini. Setiap dokumen yang masuk ditelisik tanpa kecuali untuk memastikan integritas proses sejak dari hulu.
“Berdasarkan hasil verifikasi dokumen persyaratan administrasi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur, tim seleksi menetapkan sebanyak 23 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya,” ujar Selamet Riyadi menjelaskan dasar penetapan kandidat yang berkompetisi.
Dalam ruang ujian yang bertempat di Ruang Rapat PKK Kompleks Pemkab Cianjur, para peserta ditantang untuk membuktikan wawasan mereka.
Materi ujian mencakup spektrum yang luas, mulai dari regulasi pengelolaan zakat, struktur kelembagaan, hingga strategi penguatan program keumatan.
Hal ini bertujuan untuk mencari sosok yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara profesional di lapangan.
Suasana di Jalan Siliwangi sudah mulai terlihat sibuk sejak pagi hari ketika para peserta mulai berdatangan. Mengenakan seragam kemeja putih dan celana hitam yang rapi, mereka menunjukkan kedisiplinan yang menjadi cerminan karakter calon pimpinan.
Standar berpakaian dan ketepatan waktu yang ditetapkan panitia menjadi parameter awal dalam menilai kesiapan mental para kandidat sebelum menghadapi soal-soal ujian.
Uniknya, teknologi tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam proses seleksi konvensional ini. Peserta diminta membawa perangkat Android guna mendukung aspek teknis ujian, sembari tetap diverifikasi identitasnya melalui KTP.
Artikel Terkait
Tingkatkan Kualitas Edukasi Investasi Emas, Pegadaian Area Kramatjati Jakarta Tenaga Pemasar Kemampuan Komunikasi Efektif
Pegadaian Kanwil 8 Jakarta 1 Gelar Nonton Bareng Film 'Kupeluk Kamu Selamanya'
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Meniti Jalan Ketenangan Melalui Taubat sebagai Kunci Kebahagiaan Hakiki (Bagian 38)
Mutiara Pagi: Fragmentasi (Bagian 2203)
DPRD Cianjur Segera Boyong Aspirasi Pengurus Koperasi Desa ke Agrinas dan Kemenkop
TDA Bogor Raya Siap Hadirkan Local Brand Heroes di Botani Square Akhir Mei Ini
Tokoh Nasional dan Ulama Besar Hadiri Aksi Solidaritas Palestina di Cianjur
Gandeng Brand Kecantikan, Serikat Pekerja Nasional PT Pou Yuen Gelar Pelatihan Rias Gratis
Jelang Idul Adha, DKM Al-Muhajirin Pepabri Gunteng Cianjur Menerima Hewan Qurban
Mutiara Pagi: Belajar Mendengar (Bagian 2204)