mereka berbicara keras
tetapi tidak saling mendengar
sehingga semakin tak jelas
mana "salah" dan mana "benar"
karena kebenaran tak lagi dicari
tetapi sudah merasa dimiliki
dialog berubah menjadi debat
saling caci maki tak ada manfaat
ketika berbicara atas nama bangsa
hanya menjadi kumpulan suara
kehilangan gema kebersamaan
yang ada hanyalah kepentingan
ruang publik selalu riuh
namun menjadi cermin yang rapuh
kata-kata kehilangan makna
terkikis oleh ego semata
yang kuat menelan yang lemah
yang bising mengalahkan yang resah
keadilan menjadi dagangan
ditarik-tarik seperti mainan
nurani mulai lelah
langkah pun kehilangan arah
kebenaran kian tersisih
oleh kepentingan yang mereka pilih
Malang, 8 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
23 Nama Bersaing Rebut Kursi Pimpinan BAZNAS Cianjur, Uji Kompetensi Jadi Penentu Pekan Ini
Inovasi SPPG Cianjur Cilaku Sirnagalih 1, Siswa Nikmati Makan Bergizi dengan Sistem Prasmanan
Di Cianjur Eyang Suryakancana Berwujud Universitas Bukan Kereta Kencana
Menguji Substansi Transformasi Pendidikan di Cianjur
Dilema Pelestarian Budaya dan Persoalan Sosial di Cianjur
Mutiara Pagi: Sukma Kehidupan (Bagian 2202)
Dinamika Ruas Jalan Protokol Cianjur dalam Acara Tradisi Binokasih Mulang Salaka
Tingkatkan Kualitas Edukasi Investasi Emas, Pegadaian Area Kramatjati Jakarta Tenaga Pemasar Kemampuan Komunikasi Efektif
Pegadaian Kanwil 8 Jakarta 1 Gelar Nonton Bareng Film 'Kupeluk Kamu Selamanya'
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Meniti Jalan Ketenangan Melalui Taubat sebagai Kunci Kebahagiaan Hakiki (Bagian 38)