JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) secara resmi memulai kompetisi Ajang Talenta Siswa (ATS) tingkat SD dan SMP tahun 2026.
Acara yang berpusat di wilayah Kecamatan Cipanas ini diikuti oleh sedikitnya 3.500 peserta didik yang mewakili 32 kecamatan di seluruh penjuru Kabupaten Cianjur pada Senin (11/5/2026).
Perhelatan besar ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memadukan aspek akademis, kreativitas, serta nilai-nilai spiritual dalam satu wadah kompetisi yang terintegrasi.
Kawasan BPPK Ciloto menjadi saksi dimulainya rangkaian kegiatan yang dikemas dengan nuansa budaya Sunda yang kental. Sejak pagi, suasana kompetisi sudah terasa dengan hadirnya para peserta yang didampingi oleh guru pembimbing mereka masing-masing.
Pembukaan acara diawali dengan atraksi musik dari Band Guru Classroom yang kemudian disusul dengan prosesi mapag tamu serta parade defile dari tiap kontingen kecamatan yang menampilkan identitas serta semangat juara mereka di hadapan publik.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menekankan bahwa urgensi dari ATS 2026 adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi para siswa untuk mengeksplorasi kemampuan diri.
Ia memandang ajang ini bukan sekadar perlombaan rutin, melainkan jembatan untuk membangun identitas generasi muda yang kompetitif namun tetap memegang teguh nilai moral.
“Ajang Talenta Siswa ini merupakan salah satu wadah ekspresi, inovasi, dan kreativitas bagi siswa dan siswi jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Cianjur. Tujuan utamanya untuk menggali potensi putra-putri daerah, mempererat tali silaturahmi antar sekolah, serta membentuk karakter siswa yang agamis, suportif, intelek, estetis, dan kreatif,” jelasnya.
Pada tahun ini, semangat yang diusung dalam ATS berkaitan erat dengan visi pembangunan daerah melalui tema Bersinergi Menggali Potensi, Merajut Prestasi, Menuju Cianjur Era Baru dan Berjaya.
Fokus utama dari kegiatan ini mencakup berbagai disiplin ilmu dan ketangkasan, mulai dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Pentas PAI.
Ruhli memastikan bahwa seluruh rangkaian penilaian akan dilakukan dengan mengedepankan objektivitas. “Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 11 sampai 13 Mei 2026 di Kecamatan Cipanas. Kami berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini dengan prinsip transparansi dan profesionalisme,” tegasnya.
Pemilihan Kecamatan Cipanas sebagai lokasi penyelenggaraan juga mendapat perhatian khusus karena antusiasme masyarakat dan kesiapan infrastruktur pendukungnya. Dukungan dari tuan rumah dianggap sebagai faktor kunci yang memicu motivasi tinggi bagi para kontingen dari wilayah lain.
“Cipanas sangat semangat menjadi tuan rumah. Ini menjadi motivasi besar bagi seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa,” tambah Ruhli saat memberikan keterangan terkait lokasi acara.
Di samping pelaksanaan lomba, Ruhli memberikan kabar menggembirakan mengenai posisi pendidikan Kabupaten Cianjur di tingkat nasional yang menunjukkan tren positif secara drastis.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Belajar Mendengar (Bagian 2204)
Mengukur Kompetensi Calon Nakhoda Zakat, Puluhan Peserta Jalani Uji Dasar BAZNAS Cianjur
Refleksi Ketua BAZNAS Cianjur di Tengah Seleksi: Harapan untuk Pemimpin Baru dan PR Zakat Mal
Rupiah Tembus Rp17.433 per Dollar AS, BEM PTNU Se-Nusantara Sebut sebagai Alarm Kegagalan Pemerintah
Mutiara Pagi: Pangeran Hukum (Bagian 2205)
LPPTKA BKPRMI Kecamatan Cianjur Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Melalui Munaqosah TPQ
Mutiara Pagi: Lupa (Bagian 2206)
Grand Aston Puncak Tawarkan Promo Menginap Hemat Sunday Monday Shocking Deal Mulai Rp 899 Ribu
Madat Agama
Strategi Penguatan Karakter dan Bakat Pelajar Cianjur Melalui Kompetisi Bertema Budaya di ATS 2026