Sampai kapan doa hanya jadi gema di lazuardi
namun tak pernah jatuh menyapa bumi
seperti hujan yang enggan mengalir
menyisakan tanah retak, kering dan getir
Sampai kapan kata-kata indah berbaris di bibir
terucap ringan tanpa sempat berpikir
bagai syair yang hanya jadi nyanyian
tanpa mampu melahirkan keindahan
Hati runtuh tanpa tiang nurani
sibuk merawat citra, lupa isi diri
penampilan dijaga layaknya pusaka
demi merpertahankan citra semata
Sampai kapan kita menganyam jalan ke langit
sementara jalan sesama kita persempit
surga dibayangkan begitu dekat
namun dunia dibiarkan kehilangan manfaat
Nilai kemanusiaan terkurung dalam aturan
bagai burung yang lupa arah terbang
kebenaran dan kejujuran selalu dibisukan
karena keduanya dianggap sebagai penghalang
Sampai kapan mimbar menjadi panggung keberanian
tempat kebenaran berseru, bukan sekadar berbisik
bukan hanya hadir sebagai tontonan
melainkan menumbuhkan pola pikir yang baik
Malang, 12 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.433 per Dollar AS, BEM PTNU Se-Nusantara Sebut sebagai Alarm Kegagalan Pemerintah
Mutiara Pagi: Pangeran Hukum (Bagian 2205)
LPPTKA BKPRMI Kecamatan Cianjur Konsisten Cetak Generasi Qur’ani Melalui Munaqosah TPQ
Mutiara Pagi: Lupa (Bagian 2206)
Grand Aston Puncak Tawarkan Promo Menginap Hemat Sunday Monday Shocking Deal Mulai Rp 899 Ribu
Madat Agama
Strategi Penguatan Karakter dan Bakat Pelajar Cianjur Melalui Kompetisi Bertema Budaya di ATS 2026
Ribuan Pelajar SD dan SMP Cianjur Beradu Bakat dalam Ajang Talenta Siswa 2026 di Cipanas
Ikuti Seleksi Pimpinan Baznas Cianjur, KH Deny Saepul Rohman Siapkan Misi Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki
Rasya Devran, Wajah Baru Seniman Muda Multi-Talenta dari Cianjur