Biarlah jalanan mengingatkan, bahwa politik yang hanya indah di telinga tetapi lapar di meja makan adalah dusta berbalut sutra. Politik sejati adalah yang memberi roti di dapur rakyat, harapan di hati pemuda, dan keadilan di meja hukum.
Seperti sabda Nabi SAW, ubahlah kemungkaran dengan tangan, lisan, atau hati. Maka setiap langkah menuju keadilan adalah cahaya yang menyingkap tirai simbol menuju terang substansi.
Artikel Terkait
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Refleksi Pasca Gerakan Rakyat : Kemandegan Fungsi dan Nilai Pemerintahan
Mutiara Pagi: Di Ujung Ujian (Bagian 1955)
All Cops Are Bastard
Jaringan Intelektual Muda Soroti Dugaan 'Flexing' Ketua DPRD Cianjur
4 Perbedaan Orang Jawa dan Sunda, dari Asal Usul hingga Karakter
Dugaan Mafia BBM Subsidi Bayangi SPBU Pagelaran Cianjur, Publik Desak Penertiban Tegas
Desak Pemerintah Investigasi Kerusuhan, BEM PTNU Se-Nusantara Komitmen Kawal Aksi Damai
Mutiara Pagi: Indonesia Terang (Bagian 1956)