Journalnusantara.com, Jakarta – Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar diskusi publik dan doa lintas agama bertajuk “Kerusuhan Agustus 2025 Berkedok Demonstrasi: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?” di Gedung Joang 45, Jakarta. Acara ini diikuti ratusan mahasiswa lintas kampus dan lintas agama.
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi, menegaskan bahwa rangkaian aksi mahasiswa sejak 25 Agustus 2025 merupakan gerakan murni dan tidak ada kaitannya dengan tuduhan makar sebagaimana berkembang di ruang publik.
“Tudingan makar yang muncul justru menyesatkan dan berpotensi mencederai esensi perjuangan mahasiswa. Gerakan harus murni, jangan sampai ada penyusup. Karena dari kerusuhan ini semua orang dirugikan dan rasa cinta tanah air pun hilang,” kata Baha dalam acara tersebut.
Ia menekankan bahwa gerakan mahasiswa lahir dari keresahan sosial nyata, bukan agenda politik tertentu. Oleh karena itu, mahasiswa harus terus konsisten bersuara sekaligus memastikan tidak ada pihak yang menunggangi aksi.
“Mahasiswa harus menyuarakan bahwa gerakan ini murni, bukan makar. Dan mahasiswa jangan lari,” tegasnya.
BEM PTNU Se-Nusantara menilai penting bagi pemerintah segera membentuk tim investigasi independen untuk menelusuri siapa yang sebenarnya berada di balik kerusuhan dalam unjuk rasa.
Menurut Baha, tanpa pengungkapan yang jelas, stigma negatif terhadap mahasiswa akan terus melekat. “Kami meminta presiden membentuk tim investigasi atas kerusuhan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak akan mundur dari komitmen menyampaikan aspirasi. Aksi disebut akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar kondusif dan pemerintah bersedia membuka ruang dialog yang jujur dengan mahasiswa.
“Kami berharap masyarakat melihat bahwa gerakan ini tetap berada di jalur perjuangan konstitusional, yaitu menyuarakan aspirasi rakyat,” tutupnya.
Artikel Terkait
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)
Mutiara Pagi: Andai Bukan Karena Engkau (Bagian 1954)
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Refleksi Pasca Gerakan Rakyat : Kemandegan Fungsi dan Nilai Pemerintahan
Mutiara Pagi: Di Ujung Ujian (Bagian 1955)
All Cops Are Bastard
Jaringan Intelektual Muda Soroti Dugaan 'Flexing' Ketua DPRD Cianjur
Dugaan Mafia BBM Subsidi Bayangi SPBU Pagelaran Cianjur, Publik Desak Penertiban Tegas