Journalnusantara.com, Cianjur – Jaringan Intelektual Muda Cianjur (JIM C) menyoroti pernyataan Ketua DPRD Cianjur yang diungkapkan pada salah satu media daring pada Rabu, 3 September 2025.
Dalam pernyataannya, Ketua DPRD Cianjur mengimbau seluruh anggota dewan untuk tidak melakukan "flexing" atau pamer-pamer di media sosial. Ia menekankan pentingnya mawas diri dan fokus pada pekerjaan demi kepentingan rakyat.
"Jangan sampai ada hal-hal yang justru menyakiti hati masyarakat. Karena setiap langkah kita akan dinilai, maka sudah sepantasnya anggota dewan menampilkan perilaku yang mencerminkan integritas, kedewasaan, dan tanggung jawab," tegas Ketua DPRD Cianjur dalam kutipan media tersebut.
Namun, pernyataan ini justru menuai kritik dari Presidium JIM C, Alief Irfan. Menurut Alief, ada ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan Ketua DPRD Cianjur.
"Dalam kesehariannya, Ketua DPRD diduga menggunakan mobil jenis Lexus LM dengan plat nomor Lemhannas. Apakah hal tersebut untuk kepentingan rakyat? Apakah itu mencerminkan perilaku yang baik? Apakah itu menunjukkan fokus pada kinerjanya sebagai Ketua DPRD Cianjur? Tentunya tidak," ujar Alief.
Alief melanjutkan, penggunaan plat nomor Lemhannas tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat luas.
"Kami tidak menanyakan apakah Ketua DPRD Cianjur itu anggota Lemhannas, tapi apakah karena beliau menjabat sebagai bendahara di salah satu partai, sehingga diberikan pinjaman plat nomor Lemhannas? Menurut kami, hal ini tidak rasional. Kami bertanya-tanya, ada urusan apa atau hubungan apa hingga mobil berplat Lemhannas menjadi fasilitas Ketua DPRD Cianjur," tambahnya.
JIM C menilai bahwa Ketua DPRD Cianjur tengah menggunakan Teori Kritis Van Dijk atau Analisis Wacana Kritis (AWK). Teori ini digunakan untuk memahami bagaimana wacana (teks atau ucapan) dibentuk oleh struktur sosial, kekuasaan, dan ideologi.
Berdasarkan penilaian tersebut, JIM C menyatakan mosi tidak percaya dan menuntut agar Ketua DPRD Cianjur segera diganti.
Artikel Terkait
Kapolda Jabar Tunjukkan Sikap Humanis, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Proxi War dan Demontrasi
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)
Mutiara Pagi: Andai Bukan Karena Engkau (Bagian 1954)
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Refleksi Pasca Gerakan Rakyat : Kemandegan Fungsi dan Nilai Pemerintahan
Mutiara Pagi: Di Ujung Ujian (Bagian 1955)
All Cops Are Bastard