Tuhan tidak akan menguji seorang hamba
di luar batas kemampuan yang ada
Ketika seorang hamba sedang diuji,
Tuhan sebenarnya ingin mengasihi
Jangan bertanya kenapa,
tapi bertanyalah untuk apa
Mungkin agar kita lebih sabar
Mungkin agar kita lebih tegar
Berhenti bersandar pada dunia
Lalu bersandar kepada Sang Pencipta
Kita tidak sendirian
Tuhan selalu bersama kita
Teruslah melangkah menebar kebaikan
Meski kadang lelah, diliputi kegelisahan
Karena di ujung ujian,
ada janji yang tak pernah ingkar: kebahagiaan
Hidup sebuah perjalanan panjang,
yang penuh dengan persimpangan
Ada pun rintangan yang menghadang,
bukanlah pertanda kegagalan
Ketika ujian datang bertubi-tubi,
Sejatinya untuk meningkatkan kualitas diri
Menguatkan jiwa, mendewasakan kita,
sebelum naik ke tangga berikutnya
Surga dunia berupa ketenteraman,
semoga selalu kita dapatkan
Surga akhirat berupa kesenangan abadi,
semoga Tuhan selalu meridoi
Malang, 6 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Ziarah Negeri (Bagian 1953)
Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Tiongkok
Kapolda Jabar Tunjukkan Sikap Humanis, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Proxi War dan Demontrasi
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)
Mutiara Pagi: Andai Bukan Karena Engkau (Bagian 1954)
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur
Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah
Refleksi Pasca Gerakan Rakyat : Kemandegan Fungsi dan Nilai Pemerintahan