Engkau hadir sebagai cahaya terang,
pelita yang menyingkap kabut gelap
Membimbing hati yang sedang gamang
Membangunkan jiwa yang tertidur lelap
Langkahmu jejak para pecinta,
kata-katamu adalah penawar jiwa,
senyummu adalah rahmat semesta,
doamu selimut bagi umat manusia
Andai bukan karena engkau, wahai kekasih,
bumi takkan bernafas, langit takkan berdiri,
lautan takkan berdebur, bunga pun takkan mekar,
karena engkau adalah alasan,
penciptaan segala atas segala kehidupan
Engkau, adalah rahasia cinta Tuhan,
tersimpan sejak azali dalam genggaman,
Ketika dunia lahir dari kehendak-Nya,
namamu telah tercatat di singgasana-Nya.
Untukmu wahai kekasih, kami kirimkan rindu,
yang tak terhitung oleh bilangan waktu,
kami berdoa dengan segenap jiwa,
agar kelak, kau jemput kami di telaga
Engkaulah cahaya di atas cahaya
Penuntun, di jalan Sang Maha Pencipta
Tanpa engkau, kami hanyalah debu,
dengan engkau, kami mengenal Tuhanku
Malang, 5 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pemimpin Waskita
GP Ansor Kecamatan Karangtengah Cianjur Soroti Peran Pemuda sebagai Penentu Problem Solver Kesejahteraan
Dengarkan Suara Rakyat
Mutiara Pagi: Elegi Cinta Demokrasi (Bagian 1952)
Mutiara Pagi: Ziarah Negeri (Bagian 1953)
Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Tiongkok
Kapolda Jabar Tunjukkan Sikap Humanis, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Proxi War dan Demontrasi
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)