Saudara-saudara yang kucintai,
izinkan saya menyampaikan sebuah elegi,
sebuah surat cinta,
yang ditulis oleh rakyat biasa,
menggunakan pena dan tinta,
dari air mata rakyat jelata
Gedung DPR:
bukan gedung megah tempat canda tawa,
bukan hanya ruangan berpendingin udara,
bukan sekadar panggung untuk bicara
Melainkan cermin wajah rakyat,
denyut nadi bangsa yang bermartabat,
ada harapan yang dititipkan,
dan janji yang harus ditunaikan
Demokrasi:
bukan sekadar hitungan suara,
atau perebutan kursi semata
Demokrasi adalah cinta,
kasih yang tulus kepada bangsa,
untuk menjaga agar janji tidak dikhianati,
agar kepercayaan tidak terkotori,
oleh nafsu dan kepentingan pribadi
Wakil rakyat yang terhormat!
ingatlah amanat rakyat…
kalian ibarat kekasih yang dipilih,
dengan penuh harapan dan cinta kasih
Maka datanglah dengan niat suci,
bukan sekadar memperkaya diri
Jangan mencari keuntungan sesaat,
apalagi tega berkhianat kepada rakyat
Datanglah seperti seorang kekasih
Dengan membawa cinta sejati
Bukan sekadar bayangan ilusi
dan janji-janji yang tak ditepati
Rakyat:
cinta kalian begitu mulia
yang dtitipkan lewat suara,
yang dititipkan lewat harapan,
meski seringkali terlupakan
Semoga janji yang mereka ucapkan
dapat menjadi kebijakan
yang mendatangkan kemanfaatan
Marilah kita tetap percaya
cinta sejati akan menemukan jalannya
Bahwa DPR bisa menjadi ladang kasih,
bukan panggung untuk berselisih
Janji-janji politik menjadi nyata,
bukan sekadar retorika kosong belaka
Karena membangun negara
bukan dengan janji dan retorika
tapi perlu tindakan nyata
dan kebijakan yang lahir dari nurani,
bukan demi kepentingan pribadi
Saudara-saudaraku yang baik
bayangkanlah jika wakil rakyat baik
menjadi kekasih yang setia,
mendengar dengan tulus,
menjaga amanat sepenuh hati,
dan menumbuhkan harapan tanpa henti
Betapa indah wajah demokrasi kita,
betapa damai kehidupan tanah air kita
Marilah, jaga negeri ini dengan benar
Rakyat, teruslah bersuara tanpa gentar
DPR, jangan hanya sekadar mendengar,
tapi wujudkan dalam bentuk kebijakan,
yang mendatangkan kesejahteraan
Karena cinta yang sejati,
ketika rakyat dan wakilnya selalu sehati,
Saling bergandeng tangan,
bukan menggenggam permusuhan,
Menyatu dalam satu janji,
demi Indonesia yang kita cintai
Malang, 3 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
PBNU dan BEM PTNU Sepakat Kawal Aspirasi Rakyat
Mutiara Pagi: Cinta yang Sama (Bagian 1949)
Mutiara Pagi: Doa untuk Negeri (Bagian 1950)
Pernyataan Sikap Aktivis Perempuan Cianjur Terhadap Kematian Affan Kurniawan
Ngalih, Ngamuk, Ngobong: Falsafah Jawa di Balik Kerusuhan Jakarta 29 Agustus 2025
Mutiara Pagi: Cahaya untuk Negeri (Bagian 1951)
Abuse Of Power Kepala Daerah
Pemimpin Waskita
GP Ansor Kecamatan Karangtengah Cianjur Soroti Peran Pemuda sebagai Penentu Problem Solver Kesejahteraan
Dengarkan Suara Rakyat