Di jalanan, suara rakyat bergema,
teriak lantang mengingatkan penguasa
Mereka bertindak bukan karena benci,
tetapi karena cinta yang tak pernah mati
Spanduk lusuh di tangan mereka,
bukan sekadar tanda amarah semata,
melainkan jeritan hati yang tulus,
agar penguasa berjalan lurus
Aparat yang menjaga,
berdiri tegak di bawah terik matahari,
bukan untuk membungkam suara,
tapi demi keamanan bumi pertiwi
Benturan yang tak bisa dihindari,
antara semangat rakyat yang menggeliat,
dan aparat yang menjaga ketat
sesungguhnya, mereka berjalan
di jalan yang sama: jalan pengabdian
Rakyat bersuara karena cinta,
aparat berjaga karena setia,
dua wajah berbeda dari satu jiwa,
yang ingin Indonesia tetap merdeka
Cinta itu menjelma cahaya,
menyinari langkah meski penuh luka
Mengikat hati meski berbeda cara,
karena di dada mereka tersimpan cita-cita:
Indonesia yang adil, aman, dan sejahtera
Maka bila sejarah bertanya:
“apa yang mereka wariskan bersama?”
jawabnya adalah satu suara:
sebuah negeri yang dijaga dengan doa,
diperjuangkan dengan keberanian,
dan diamankan dengan kesetiaan,
demi cinta yang sama: Indonesia.
Malang, 31 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
PW IPNU Jabar Kecam Tindakan Brutal Aparat terhadap Ojol, Desak Kapolri Dicopot
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Edukasi Anti-Bullying di SDN Sindangkerta
Mutiara Pagi: Suara Jalanan (Bagian 1948)
Mahasiswa KKN Bhakti Kencana University Gelar Penyuluhan HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi di Bandung
Jangan Pernah Remehkan Kemarahan Komunal Rakyat (1)
Koalisi Rakyat Cianjur Tekankan Pentingnya Keadilan Bersama
Muhammad Fikri, Duta Pelajar Juara Indonesia Nasional Siap Berkontribusi untuk Bangsa
Jangan Pernah Remehkan Kemarahan Komunal Rakyat (2)
Mengapa Amuk Massa?
PBNU dan BEM PTNU Sepakat Kawal Aspirasi Rakyat