Journalnusantara.com, Cianjur - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Azhary Cianjur Kelompok 6 menutup rangkaian pengabdiannya di SDN Sindangkerta dengan menggelar kegiatan edukasi bertema "Stop Bullying: Membangun Lingkungan Sekolah yang Ramah". Kegiatan ini sekaligus menjadi momen perpisahan antara mahasiswa dengan pihak sekolah setelah selama kurang lebih satu bulan terlibat dalam kegiatan belajar-mengajar.
Acara yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4, 5, & 6. Para mahasiswa memberikan pemahaman tentang apa itu bullying, dampak negatifnya terhadap perkembangan anak, hingga cara mencegah dan menghentikan perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Materi edukasi dikemas secara interaktif melalui permainan, diskusi ringan, dan pemutaran video pendek agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa juga mengajak siswa untuk membuat komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Ketua Kelompok KKN, Wisnu Mubarok, menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. “Kami ingin meninggalkan kesan yang positif bagi siswa dan sekolah. Edukasi anti-bullying ini diharapkan mampu membuka wawasan anak-anak tentang pentingnya menghargai teman dan membangun persahabatan tanpa ada rasa takut atau tekanan,” ujarnya.
Kepala sekolah SDN Sindangkerta juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang telah membantu proses pembelajaran di sekolah selama satu bulan terakhir. “Kami berterima kasih atas dedikasi mahasiswa KKN yang bukan hanya memberikan tenaga dalam proses belajar-mengajar, tetapi juga membawa program edukasi yang bermanfaat. Edukasi anti bullying ini sangat penting untuk membentuk karakter positif siswa sejak dini,” tuturnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur Kelompok 6 resmi menutup masa pengabdiannya di SDN Sindangkerta. Meski demikian, pesan moral tentang pentingnya menghentikan bullying harus terus bergema di hati para siswa, guru, dan seluruh pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
Bopic Community Tebar Kepedulian Lewat Pengobatan Gratis di Bojongpicung
Mutiara Pagi: Harapan Rakyat (Bagian 1946)
Membubarkan DPR Menyelesaikan Masalah? Pandangan Kritis dari Bangku Perkuliahan
BEM PTNU Soroti Krisis Integritas, Kapabilitas, dan Empati Pejabat Publik
Mahasiswa KKN Bhakti Kencana University Gelar Penyuluhan Hipertensi dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Cibeet
Terkait Tudingan Mangkir KPAD Cianjur Penuhi Panggilan Inspektorat Daerah
Mutiara Pagi: Rakyat Menggugat (Bagian 1947)
Renungan HUT RI ke-80 Tahun
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Masjid Sebagai Pusat Peradaban Umat (Bagian 2)
PW IPNU Jabar Kecam Tindakan Brutal Aparat terhadap Ojol, Desak Kapolri Dicopot