Journalnusantara.com, Bandung - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 20 Bhakti Kencana University melaksanakan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kampung Cibanen RW 07, Desa Cibeet, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan mahasiswa kesehatan yang hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung tugas puskesmas setempat.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yakni menjamin kehidupan sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas.
Ketua KKN, Ahmad Saefurrohim, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Kami ingin mengajak masyarakat peduli terhadap penyakit tidak menular, terutama hipertensi yang kini banyak dialami. Melalui penyuluhan dan cek kesehatan gratis ini, bapak dan ibu bisa mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sehingga dapat mencegah masalah serius di kemudian hari,” ujarnya.
Ahmad juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa di Desa Cibeet bukan hanya untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjalin silaturahmi dengan warga.
“Kami bersyukur diterima dengan baik, semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dengan warga,” kata dia.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Tuti Suprapti, S.Kp., M.Kep., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, penyuluhan kesehatan menjadi bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta terima kasih kepada masyarakat Desa Cibeet atas antusiasme yang ditunjukkan. Semoga kegiatan ini memberi bekal untuk menerapkan pola hidup sehat melalui diet seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan berkala,” ujarnya.
Tuti menambahkan, keberlanjutan program serupa sangat diperlukan agar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. “Kami berharap kerjasama antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat terus terjalin harmonis sehingga terwujud masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan langsung bagi warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran puluhan warga yang mengikuti penyuluhan sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa masjid, balai desa, dan ruang publik lain dapat menjadi pusat edukasi dan layanan kesehatan masyarakat.
Artikel Terkait
Cegah Kriminalitas, Polsek Lakbok Intensifkan Patroli Malam dalam Ops Libas Lodaya 2025
Wabup Cianjur Terima Audiensi NPCI, Bahas Hibah 2026 dan Persiapan Ajang Olahraga Disabilitas
ASKOPIS Dorong Peningkatan Mutu KPI Lewat Workshop Nasional Akreditasi
Wakapolda Jabar Tinjau Kendaraan Dinas Samapta, Ingatkan Personel Utamakan Sikap Humanis
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Gelar Seminar Hukum Perceraian dalam Perspektif Islam di Desa Sindangsari
Workshop Inovasi PAI di Campaka: Bekali Guru dengan Metode Kreatif, Ditutup Wakaf 300 Al-Qur’an
Bopic Community Tebar Kepedulian Lewat Pengobatan Gratis di Bojongpicung
Mutiara Pagi: Harapan Rakyat (Bagian 1946)
Membubarkan DPR Menyelesaikan Masalah? Pandangan Kritis dari Bangku Perkuliahan
BEM PTNU Soroti Krisis Integritas, Kapabilitas, dan Empati Pejabat Publik