Journalnusantara.com, Bandung – Sekitar 80 pengelola Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Workshop Nasional Penjaminan Mutu Akreditasi yang digelar DPD ASKOPIS Jawa Barat secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang dipandu Ridwan Rustandi, M.Sos., ini mengangkat tema persiapan akreditasi berbasis FED LAMSPAK sebagai langkah strategis dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam di bidang komunikasi dan penyiaran.
Ketua DPD ASKOPIS Jawa Barat, Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag., menegaskan pentingnya acara ini. Menurutnya, penjaminan mutu akreditasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen bersama untuk melahirkan lulusan KPI yang berkualitas serta mampu bersaing di era digital.
"Inilah perlunya sinergi antarprogram studi untuk menghadapi standar akreditasi yang semakin ketat," ujarnya dalam keterangan yang diterima media online nasional Journalnusantara.com.
Narasumber utama workshop, Dr. H. Asep Iwan Setiawan, M.Ag., AMC., yang juga Asesor BAN-PT, menyampaikan panduan komprehensif terkait penyusunan borang akreditasi.
“FED LAMSPAK adalah instrumen penting yang harus dikuasai setiap pengelola prodi. Dokumen ini bukan sekadar laporan, melainkan cermin kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ucapnya sembari memberikan tips praktis menghadapi proses visitasi asesor.
Diskusi berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan akreditasi di institusi masing-masing.
Format daring memungkinkan keterlibatan lebih luas tanpa batasan geografis, sekaligus mencerminkan adaptasi dunia pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital.
Sebagai tindak lanjut, ASKOPIS akan mengadakan Shortcourse Pendalaman Kriteria Akreditasi serta program pendampingan bagi prodi KPI yang tengah menyiapkan akreditasi.
Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi katalis peningkatan kualitas pendidikan KPI di Indonesia, sehingga mampu meraih akreditasi unggul baik di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Di Tengah Bara Ketidakadilan (Bagian 1944)
Ketika "Bosen" Bertemu Teori Gossen: Mencari Makna di Balik Konsumsi
Souvenir Bintang Mahaputra
Kritisisme, Basirah, dan Seni Mendeteksi Zaman
Dihadiri Camat Cibeber, Ratusan Peserta Jalan Sehat Meriahkan HUT RI ke-80 di Desa Cisalak
Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur Temukan Solusi Pemberdayaan Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot
Negara Rusak oleh Pejabat yang Tamak
Menghormati Dua Maestro, Jakob Oetama dan Jakob Soemardjo
Mutiara Pagi: Doa Rakyat (Bagian 1945)
Sidang Class Action di Bandung, Masyarakat Sunda Tegaskan Kujang Bukan Senjata