Ketika "Bosen" Bertemu Teori Gossen: Mencari Makna di Balik Konsumsi

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi bosan (pexels)
Ilustrasi bosan (pexels)

Oleh: T@ns Gr Pd.

Bosan seringkali dipandang sebagai gejala hati yang kosong, bukan semata-mata hukum ekonomi.

Teori Gossen, yang terkenal dengan Hukum Gossen I dan II, sering kali digunakan untuk menjelaskan penurunan utilitas marjinal artinya, kepuasan kita terhadap suatu barang cenderung menurun seiring bertambahnya jumlah konsumsi.

Namun, dari perspektif yang lebih mendalam, ada kritik mendasar yang bisa diajukan terhadap pandangan ini.

Manusia bukanlah mesin konsumsi. Kita adalah penjaga makna, pencari berkah, dan hamba dari Sang Pemberi.

Dalam ekonomi nafsu, segala sesuatu cepat terasa basi. Sebaliknya, dalam ekonomi fitrah, setiap hal bisa menjadi berkah.

Kepuasan menurun jika hanya dinikmati, tetapi meningkat jika dimaknai.

Bosan melihat nikmat yang menurun, tapi syukur melihat berkah yang bertambah.

Hukum Gossen berkata: cari yang baru. Hukum fitrah berkata: hayati yang ada.

Saat dunia ditakar dengan rasa bosan, tidak ada ciptaan yang terasa cukup. Namun, ketika hati diisi dengan syukur, segenggam remah pun bisa terasa seperti surga.

Ekonomi syukur bukan tentang menumpuk harta, tetapi tentang meresapi. Bukan tentang terus berganti, tetapi tentang menghidupi dan memaknai apa yang sudah kita miliki.

Pada dasarnya, Gossen tidak sepenuhnya keliru. Ia hanya lupa bahwa manusia memiliki ruh, bukan sekadar perut.

Gossen membaca kebutuhan perut manusia, sedangkan fitrah manusia membaca kebutuhan jiwanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X