PBNU dan BEM PTNU Sepakat Kawal Aspirasi Rakyat

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:20 WIB

Journalnusantara.com, Jakarta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyikapi dinamika sosial yang terjadi belakangan ini. Keduanya sepakat untuk mengawal aspirasi masyarakat tanpa anarkis.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menegaskan, semua pihak harus menghindari tindakan anarkis yang hanya akan merugikan masyarakat. Seruan ini disampaikan menyusul kericuhan yang menimpa seorang pengemudi ojek daring beberapa waktu lalu.

“Tindakan sewenang-wenang tidak dapat ditoleransi. Oknum yang terlibat harus diproses secara hukum,” ujar Miftachul.

Hal senada disampaikan Presidium Nasional BEM PTNU Achmad Baha’ur Rifqi. Ia menekankan, aspirasi masyarakat, khususnya terkait wacana kenaikan tunjangan DPR, harus ditanggapi serius.

“Ini adalah kegelisahan kami. Kami meminta DPR untuk mengkaji kembali masalah kenaikan tunjangan secara transparan,” kata Baha.

Ia menambahkan, meski penyampaian aspirasi adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran), hal itu harus dilakukan secara bijak.

“Jangan sampai penyampaian aspirasi justru menimbulkan kericuhan dan merusak fasilitas umum. Hal itu akan merugikan banyak orang,” kata Baha.

Baha juga mengimbau massa aksi untuk tidak mudah terprovokasi. Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak terpancing adu domba.

“Fokus kita adalah memperjuangkan transparansi anggaran DPR agar rakyat tidak semakin menderita. Ingat, DPR adalah wakil rakyat, bukan wakil partai,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X