Bila pagi kembali bersinar,
biarlah cahaya menuntun langkah yang benar
Dengan hati jernih, dengan jiwa besar
membangun negeri dengan sabar
Ya Allah, jadikanlah tangan kami,
selalu menebar kebaikan
Bukan saling membenci,
dan menciptakan permusuhan
Jadikan kata-kata kami doa,
bukan cela, bukan prasangka
seperti sungai mengalir tanpa henti,
dengan cinta menghiasi Ibu Pertiwi,
menyuburkan sawah, meneduhkan kota,
menyatukan rakyat dalam rahmat-Mu semata
Andaikata bunga bisa bicara
maka mawar akan menyebut nama-Mu
sebab dalam setiap kelopaknya
terlukis senyum dan keagungan-Mu
Yang kusebut setiap waktu
yang kupeluk di dalam kalbu
tak mengenal jarak dan waktu
menghangatkan hati di kala beku
Kami memohon, ya Allah,
meski badai mengguncang langkah,
meski gelap menutup cahaya,
kuatkan hamba untuk menjaga amanah,
menyalakan doa dan cinta,
buat Indonesia yang Engkau titipkan
untuk kita, dan anak-cucu di masa depan
Malang, 2 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Jangan Pernah Remehkan Kemarahan Komunal Rakyat (1)
Koalisi Rakyat Cianjur Tekankan Pentingnya Keadilan Bersama
Muhammad Fikri, Duta Pelajar Juara Indonesia Nasional Siap Berkontribusi untuk Bangsa
Jangan Pernah Remehkan Kemarahan Komunal Rakyat (2)
Mengapa Amuk Massa?
PBNU dan BEM PTNU Sepakat Kawal Aspirasi Rakyat
Mutiara Pagi: Cinta yang Sama (Bagian 1949)
Mutiara Pagi: Doa untuk Negeri (Bagian 1950)
Pernyataan Sikap Aktivis Perempuan Cianjur Terhadap Kematian Affan Kurniawan
Ngalih, Ngamuk, Ngobong: Falsafah Jawa di Balik Kerusuhan Jakarta 29 Agustus 2025