Rasulullah SAW senantiasa menjaga shalat malam, membaca Al-Qur’an, kemudian meneruskannya dengan shalat Subuh berjamaah di masjid tempat adzan dikumandangkan.
Shalat Subuh berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar. Beliau pernah bersabda bahwa jika manusia mengetahui besarnya pahala shalat Subuh berjamaah, niscaya mereka akan mendatanginya meski dalam keadaan merangkak.
Dalil Keutamaan Shalat Subuh
Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangi keduanya, sekalipun dengan merangkak." (HR. Bukhari-Muslim).
Para ulama menegaskan, salah satu ukuran keimanan seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia menjaga shalat Subuhnya.
Keistimewaan Shalat Subuh
Shalat Subuh adalah satu di antara shalat lima waktu yang memiliki kekhususan luar biasa:
Adzan Subuh berbeda dengan adzan lainnya karena ditambahkan lafaz "ash-shalatu khairum minan naum" (shalat lebih baik daripada tidur).
Doa khusus setelah Subuh, seperti yang diriwayatkan Abu Dzar RA: membaca la ilaha illallahu wahdahu la syarikalah… sebanyak 10 kali akan mendatangkan kebaikan, pengampunan dosa, serta perlindungan dari setan.
Rasulullah SAW menasihati agar setelah Subuh membaca doa Allahumma ajirni minannar sebanyak 7 kali untuk mendapat perlindungan dari api neraka.
Selain itu, Rasulullah SAW biasanya memperpanjang bacaan shalat Subuh, bahkan pada hari Jumat beliau membaca Surah As-Sajdah pada rakaat pertama dan Surah Al-Insan pada rakaat kedua.
Kedudukan Subuh dalam Kehidupan Sehari-hari
Artikel Terkait
Dengarkan Suara Rakyat
Mutiara Pagi: Elegi Cinta Demokrasi (Bagian 1952)
Mutiara Pagi: Ziarah Negeri (Bagian 1953)
Prabowo Hadiri Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang Tiongkok
Kapolda Jabar Tunjukkan Sikap Humanis, Buka Ruang Dialog dengan Mahasiswa
Proxi War dan Demontrasi
BEM PTNU Se-Nusantara Suarakan Aspirasi Kebangsaan di Istana Negara
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Santunan Yatim Piatu dan Tanggung Jawab Kolektif Kita (Bagian 3)
Mutiara Pagi: Andai Bukan Karena Engkau (Bagian 1954)
Presidium Jaringan Intelektual Muda Cianjur Desak Ketua DPRD Cianjur Mundur