Journalnusantara.com, Jakarta — Ketua Perkumpulan Ahli Manajemen Haji dan Umrah (PAMHU), Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, MA, yang juga merupakan dosen Prodi S1 Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, hadir secara khusus sebagai tamu undangan VIP dalam Seminar Nasional Haji yang diselenggarakan Universitas YARSI.
Seminar bertajuk Optimalisasi Peran Badan Penyelenggara Haji (BPH) dalam Penyelenggaraan Haji ini sedianya dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, namun karena berhalangan, diwakili oleh Dirjen PHU Kemenag RI, Prof. Hilman Latief, Ph.D.
Hadir pula sejumlah narasumber penting, antara lain KH. Moch. Irfan Yusuf Hasyim (Kepala BPH), Ketua Bidang Fatwa MUI Prof. Dr. KH. Asrorunni’am, M.Ag., Dr. Fadlul Imansyah dari BPKH, akademisi Universitas YARSI Muhammad Akhyar, Ph.D., Ketua AMPHURI Firman Muhammad Nur, M.Sc., Ketua Komnas Haji Dr. Mustolih Siradj, serta Wakil Rektor V Universitas YARSI Dr. dr. M. Astiwara, MA.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Al-Quddus, Lantai 12 Universitas YARSI ini dibuka oleh Rektor Universitas YARSI, Prof. Dr. Fasli Jalal, Sp.GK, Ph.D.
Dalam sambutannya, ia menyebut seminar ini penting untuk merespons masa transisi penyelenggaraan ibadah haji yang mulai 2026 akan dialihkan dari Kemenag ke BPH.
PAMHU, yang berdiri tahun 2023 di Makassar dan dipimpin oleh Prof. Dr. KH. Dindin Solahudin, MA, turut hadir dalam forum ini bersama Wakil Sekretaris Umum Dr. H. Rohmanur Aziz, S.Sos., M.Ag. (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), dan Dr. KH. Abdul Sattar, M.Ag. (UIN Walisongo Semarang).
Prof. Dindin menyampaikan bahwa masa transisi ini harus menjadi perhatian bersama demi peningkatan pelayanan ibadah haji.
"PAMHU siap mendukung BPH dalam bentuk kajian ilmiah, riset, dan penyediaan SDM melalui Program Studi Manajemen Haji dan Umrah di berbagai PTKI se-Indonesia," tandasnya.
Artikel Terkait
Dunia Penjara Tanpa Jeruji
Judi Online di Balik Konflik Thailand-Kamboja?
Mutiara Pagi: Kita Sering Lupa (Bagian 1915)
Gelar Audiensi dengan BPBD, PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Desak Percepatan Relokasi Korban Bencana
Mutiara Pagi: Bisikan Sang Kiai (Bagian 1916)
Zohran's Victory, Democratic Party Leaders, and AIPAC
Tak Terima di Tuduh Penggelapan Ketua KPAI Cianjur Laporkan ke Mapolres Cianjur
Hijaukan Bumi, Mahasiswa KKN Kelompok 9 STAI Al-Azhary Tanam 100 Pohon untuk Ekoteologi Islam
PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Audiensi ke BPBD, Tuntut Kepastian Relokasi dan Huntara bagi Korban Bencana
Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Tradisi (Bagian 1917)