Kita sering lupa,
bahwa suara keras,
bukan tanda bijaksana
Dan gelar panjang,
tak selalu berarti nyata
Kadang, kebijaksanaan itu,
berbentuk hal kecil
Tapi penuh makna,
memberi arti bagi dunia
Kita sering tertipu rupa,
terpesona suara yang lantang
Padahal yang sejati justru diam,
bekerja dalam senyap,
tapi hasilnya menggema panjang
Kita sering tidak menyadari,
bahwa dunia tak butuh orasi,
melainkan aksi nyata
Meski tak dikenang sejarah,
meski tak diabadikan kamera
Karena makna hidup
Bukan seberapa keras kita bicara
Tapi seberapa banyak kita memberi
Di saat kita hanya sibuk meminta
dan lupa cara berterima kasih
Mereka yang bijak
Tak pernah teriak-teriak
Dalam diam ia hadir
Seperti air yang mengalir
Dirindukan oleh rerumputan
yang haus akan kesegaran
Malang, 28 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Sibuk Merawat Fisik, Namun Jiwa Sekarat
Partai Lebah
Haruskah Diam atau Bereaksi ?
Seminar Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur, Dorong UMKM Naik Kelas dan Peduli Lingkungan
Mutiara Pagi: Kesederhanaan (Bagian 1914)
Kisah Kelam Eks Cakrabirawa yang Terjebak di Tengah G30S
Batuk, Pertolongan Alami di Balik Pintu Dapur
Melawan Terik Matahari, Tetap Adem di Tengah Cuaca Panas Menyengat
Polisi Bukan Damkar, Warga Tahu Mana yang Dibenci dan Mana yang Dicintai
Dunia Penjara Tanpa Jeruji