Kebahagiaan tidak selalu berwajah mewah
Kadang ia datang
dari secangkir teh hangat,
atau tawa kecil di sudut meja makan
Ia bersembunyi
di balik pelukan sederhana,
dan doa ibu yang tak pernah lelah
mengantar langkah kita
Kita sering sibuk mengejar bintang,
meski sinarnya tak selalu
membuat hati terang
Kita lupa,
bahwa kebahagiaan tumbuh
dari hal-hal kecil
yang tak bisa dibeli:
ketulusan, syukur,
dan rasa saling memahami
Seperti padi di sawah,
semakin berisi semakin merunduk
Begitu pula hati,
semakin dekat dengan kesederhanaan
semakin lapang menerima dunia
Jangan biarkan keserakahan
menutup mata kita
Sebab di balik rumah bambu,
kadang ada tawa yang lebih merdeka
daripada istana penuh gelisah
Maka belajarlah dari angin pagi,
yang datang tanpa suara,
namun memberi kesejukan
Kesederhanaan adalah jalan
untuk menemukan rasa cukup
dan bahagia yang sejati
Tbn, 27 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Bahayanya Ambisi Kekuasaan Mantan Para Penguasa
Ketum Dekopin Minta Jabar Segera Gelar Muswil
Kang Lepi Kenang Almarhum Pak TMS Sebagai Pemimpin Hebat dan Visioner
Revisi KUHAP Harus Komprehensif (Bagian 1)
Kalimantan Memanggil, Strategi Revolusioner Transmigrasi Berkeadilan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Mutiara Pagi: Kita adalah Pelangi (Bagian 1913)
Sibuk Merawat Fisik, Namun Jiwa Sekarat
Partai Lebah
Haruskah Diam atau Bereaksi ?
Seminar Mahasiswa KKN STAI Al-Azhary Cianjur, Dorong UMKM Naik Kelas dan Peduli Lingkungan