Mutiara Pagi: Pertemuan Dua Tradisi (Bagian 1917)

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Rabu, 30 Juli 2025 | 06:18 WIB
Ilustrasi cahaya (Pexels.com)
Ilustrasi cahaya (Pexels.com)


(Belajar dari Ibnu Maskawaih dan Schopenhauer)

Di antara senyap anugerah Tuhan yang bertabur
dua jiwa bertemu dalam detik yang tak terukur
Satu dari padang pasir, membawa harum akhlak Nabi
Satu dari salju Eropa, membawa resah di dalam hati
Keduanya duduk, tak membantah, hanya merenung sunyi

Ibnu Maskawaih bicara dengan cahaya,
tentang jiwa yang bersih karena cinta dan doa,
tentang amal sebagai tangga menuju surga,
tentang manusia, bukan sekadar tubuh dan rupa,
melainkan ruh yang mencium keabadian pada sehelai sabda

Schopenhauer menjawab dengan bayangan redup,
tentang dunia sebagai cermin penderitaan dalam hidup,
tentang kehendak yang mesti dikekang,
agar hati menemukan senandung sunyi yang tenang,
sebab di balik cinta dunia, kesia-siaan selalu terbayang

Tapi bukan debat yang melahirkan kebenaran,
melainkan pertemuan dua pelayaran
Keduanya sama-sama mencari pulau kebijaksanaan,
bukan lewat kemenangan logika,
melainkan melalui kerendahatian dan luka yang dijaga

“Jiwa,” kata Maskawaih, “ditempa oleh amal dan makrifat.”
“Kehendak,” bisik Schopenhauer, “dibungkam oleh senyap yang taat.”
Dan keduanya mengangguk,
seperti dua burung yang berbeda bentuk,
namun terbang ke langit yang sama:
langit cinta yang menolak nama dan rupa

Di antara mereka,
berdiri sepi yang suci,
seperti puisi,
yang tak butuh dimengerti untuk menjadi abadi

Dan kita, para peziarah zaman ini,
dapat menikmatinya di cangkir batin sendiri
dengan penuh kesadaran:
bahwa kita bukan hanya ingin kehidupan
tapi berharap makna dan kesejatian

Malang, 30 Juli 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X