Gelar Audiensi dengan BPBD, PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur Desak Percepatan Relokasi Korban Bencana

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 29 Juli 2025 | 03:17 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STISIP Guna Nusantara Cianjur menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana alam di Kampung Babakan Impres, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

Setelah melakukan pendampingan advokasi dan turun langsung ke lokasi terdampak pada 18 Juli 2025, mereka kini bersiap untuk melanjutkan perjuangan dengan mengagendakan audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur.

Audiensi tersebut dijadwalkan pada Senin, 28 Juli 2025, sebagai tindak lanjut dari hasil temuan dan kondisi riil di lapangan. Dalam kegiatan pendampingan advokasi tersebut, PMII berhasil mengumpulkan data warga terdampak, termasuk jumlah kepala keluarga (KK) serta rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana pergeseran tanah yang terjadi pada Desember 2024.

"Tercatat, 28 rumah, 1 masjid, dan 1 sekolah mengalami dampak, dengan total 32 Kepala Keluarga (KK) terdampak," kata Ketua I Bidang Kaderisasi PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur, Rais Faridan, dalam keterangan tertulis yang diterima Journalnusantara.com, Selasa (29/7/2025).

Dia menegaskan bahwa data dan fakta di lapangan sudah dikantongi. Ini bukan hanya soal laporan, tapi bentuk tanggung jawab moral pihaknya kepada masyarakat.

Lebih lanjut dirinya ingin memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan responsif. Hal ini menunjukkan komitmen PMII untuk memastikan bahwa suara masyarakat terdampak didengar dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Sebagai bentuk penguatan langkah advokasi, audiensi ini juga akan didampingi langsung oleh Pengurus Cabang PMII Kabupaten Cianjur.

Diharapkan, kehadirannya dapat memperkuat posisi dan daya dorong terhadap kebijakan yang dibutuhkan masyarakat terdampak, khususnya terkait percepatan relokasi dan penyediaan hunian sementara (huntara).

Berdasarkan wawancara dengan masyarakat lanjutnya, urgensi saat ini adalah percepatan relokasi dan hunian sementara (huntara), karena masyarakat masih menunggu tindakan konkret dari pemerintah.

Sementara itu Ketua Komisariat PMII STISIP Guna Nusantara Cianjur, Rezza Eka Gustya, menyampaikan bahwa perjuangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa.

"Kami tidak hanya datang, melihat, dan pergi. Tetapi mencatat, mendengarkan, dan kini membawa suara masyarakat kepada pihak yang berwenang. Ini adalah bagian dari komitmen PMII dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat, khususnya yang terdampak langsung dari bencana," ujarnya.

Lebih jauh PMII berharap, melalui audiensi ini, BPBD Kabupaten Cianjur dapat segera merespons kondisi di lapangan dengan tindakan konkret, serta memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Artikel Selanjutnya

Haruskah Diam atau Bereaksi ?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X