daerah

Operasi di Nduga, Satgas Yonif 300 Brajawijaya Sita Senjata Api dan Perlengkapan Logistik

Rabu, 22 April 2026 | 06:54 WIB
Satgas Yonif 300 Brajawijaya sita senjata pi dan perlengkapan logistik di Nduga. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, NDUGA - Personel TNI dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri 300 Brajawijaya yang berada di bawah naungan Komando Operasi Habema sukses melakukan penyitaan terhadap berbagai jenis persenjataan dan kebutuhan logistik milik kelompok bersenjata.

Operasi pengamanan ini dilaksanakan di kawasan Kalimin Kompleks, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Rabu, 15 April 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya militer yang sistematis untuk menekan ruang gerak kelompok yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Rangkaian kegiatan intelijen dan lapangan ini bermula dari adanya laporan mengenai keberadaan lokasi yang dijadikan markas transit oleh kelompok bersenjata.

Merespons informasi tersebut, aparat kemudian melakukan patroli keamanan serta penyisiran wilayah secara mendalam selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 13 April.

Fokus utama dari pergerakan personel di lapangan adalah untuk memastikan bahwa wilayah Kenyam tetap kondusif dan bersih dari ancaman kelompok yang berseberangan dengan negara.

Dalam proses penggeledahan tersebut, prajurit TNI menemukan berbagai jenis senjata api dan peluru yang sangat berbahaya.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi satu unit pistol jenis revolver kaliber .38 Special, empat pucuk senapan angin, serta beragam amunisi mulai dari kaliber 9 mm hingga peluru untuk senjata GLM 40 mm.

Penemuan ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut masih memiliki kapasitas persenjataan yang dapat mengancam keselamatan warga maupun aparat di wilayah pegunungan tersebut.

Selain perlengkapan tempur, petugas juga menemukan berbagai alat pendukung mobilitas dan komunikasi di lokasi penyisiran.

Sejumlah barang seperti perangkat telepon seluler, radio panggil, teropong, senjata tajam, hingga panel surya untuk pengisian daya listrik ditemukan di tempat persembunyian mereka.

Seluruh perlengkapan ini diduga kuat merupakan infrastruktur pendukung yang digunakan kelompok tersebut untuk bertahan hidup dan berkoordinasi di tengah hutan Papua.

Komandan Satgas Yonif 300 Brajawijaya, Letkol Inf Joko Nugroho, menyatakan kebanggaannya terhadap dedikasi yang ditunjukkan oleh para prajurit selama operasi berlangsung.

Ia menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja sama yang matang dan profesionalisme tinggi dalam menghadapi situasi lapangan yang dinamis.

Halaman:

Tags

Terkini

Empat Pilar Harus Ditanamkan Sejak Dini

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:17 WIB